Tag Archives: Kromoleo

Kromoleo, Hantu Seram Pengiring Jenazah

Kromoleo, Hantu Seram Pengiring Jenazah – Pernah mendengar kisah hantu keranda atau Kromoleo? Ini kemungkinan model hantu yang kala menampakkan diri tak dulu sendirian. Hantu yang populis.

Kromoleo, Hantu Seram Pengiring Jenazah

kromoleo-hantu-seram-pengiring-jenazah

christianlouboutin1992.com – Kromoleo dikenal terhitung sebagai hantu yang berwujud rombongan pengantar jenazah. Hantu ini sangat terkenal di desa-desa seperti di kawasan kaki Gunung Merapi. Banyak yang dulu mengalami atau melihat langsung penampakan keranda terjadi atau apalagi lengkap dengan para pengiringnya.

Puji Sri Rahayu, keliru satu warga kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang bercerita bahwa di dalam keyakinan di kampungnya, wilayah yang dilalui hantu atau lelembut model ini dapat mengalami sripah atau kematian terhadap keliru satu warganya.

“Saya mengalami kala naik sepeda motor hendak ke Magelang. Di sebuah jembatan saya melihat kerumunan orang. Pas hingga disitu ternyata tersedia keranda dipikul dan diiring banyak orang,” kata Puji.

Apa yang dilihat Puji adalah sebuah penanda gara-gara keesokan harinya ditemukan sebuah angkudes terjungkal di jembatan itu dan penumpangnya banyak yang tewas.

Sebelumnya Puji mendengar cerita berkenaan Kromoleo ini berasal dari pakdenya. Saat itu di kampung tersedia berita menyedihkan. Salah satu warga meninggal dunia gara-gara kecelakaan lantas lintas di Jakarta. Langsung dibawa pulang ke kampung halaman ke desa.

“Suasana di desa beralih menjadi mencekam. Baru sore harinya jenazah tersebut tiba di tempat tinggal duka. Untuk sementara diinapkan dan baru keesokan harinya dimakamkan,” kata Puji yang dulu menjadi anggota DPRD Kabupaten Kebumen.

Usai pemakaman, desa makin sepi. Saat itu tersedia seorang pakdenya Puji baru pulang berasal dari tempat tinggal saudaranya. Ia wajib lewat depan tempat tinggal warga yang baru meninggal itu.

“Pakde terjadi kaki sendirian. Tapi setelah lewat tempat tinggal duka, ia mendengar nada orang di belakangnya dan jumlahnya sangat banyak. Padahal sebelumnya sepi. Pakde menduga ini hantu,” kata Puji.

Kromoleo

Suaranya mendengung, tak memahami apa yang dilafalkan. Pakdenya Puji lantas menengok ke belakang. Ternyata nada itu berasal berasal dari banyak orang tengah menggotong keranda mayat.

“Kata pakde, ia langsung tak mampu bergerak. Kami menyebutnya kami tenggengen. Pakde kelanjutannya berjongkok dan rombongan itu lewat pakde. Suaranya seram. Moleo…moleo…moleo….kromoleo. Moleo…moleo…moleo kromoleo,” kata Puji lewat lanjutan telepon.

Saat mengucapkan ‘Moleo…moleo…moleo kromoleo’ nada Puji beralih ritmis seperti tengah membaca mantera. Meski hanya menceritakan pengalaman pakdenya, ucapan seperti mantera yang ritmis statis itu terdengar sangat seram.

Menurut Puji, pakdenya sempat menengok keranda mayat yang digotong tanpa kain penutup. Di dalamnya keluar mayat dibungkus kain putih kumal. Bau bangkai menyengat berasal dari sosok putih itu.

“Pengiringnya atau rombongan pengantar jenazah itu berjubah hitam dengan wajah pucat dan tatap mata kosong. Mungkin seperti zombie di flim-film itu. Pakde nggak menjelaskan rinci,” kata Puji.

Pakde lantas berupaya meneruskan perjalanan pulang dengan dikuasi raa takut. Apalagi bagi warga setempat, mereka membawa keyakinan bahwa kalau melihat hantu pengiring jenazah, wajib ikut mengantar hingga ke ujung atau perbatasan desa, alasannya supaya tidak tersedia warga yang meninggal di desa mereka sendiri.

“Pakde terjadi ikuti rombongan jenazah itu hingga batas desa, padahal rumahnya telah terlewat jauh,” kata Puji.

Setelah hingga di batas desa, tepatnya di pertigaan jalan, rombongan hantu pengiring jenazah itu tetap terjadi menuju desa tetangga. Saat itu pakde membelokkan arahnya ke sebuah warung yang berada di pojok pertigaan jalan itu. Warung itu telah tutup.

“Pakde membangunkan pemilik warung dan menceritakan apa yang baru saja dialaminya,” kata Puji.

Keesokan harinya, tersedia warga meninggal di desa tetangga yang dituju rombongan hantu pengiring jenazah itu.