Tag Archives: Hantu Serem di Kamar Mandi

Hantu Serem di Kamar Mandi

Hantu Serem di Kamar Mandi – Banyak keresahan di dalam pikiran dikala tengah di kamar mandi, sering kali memaksa diri untuk lekas selesai gara-gara merasakan tersedia yang aneh, padahal barangkali hanya pikiran tidak baik saja.

Hantu Serem di Kamar Mandi

Hantu Serem di Kamar Mandi

christianlouboutin1992.com – Ah, namun sanggup termasuk terjadi beneran kan?
Simak cerita kali ini, tentang hantu di kamar mandi.
***
Kamar mandi, satu ruangan yang selalu tersedia di tiap tiap bangunan, entah itu rumah, kantor, tempat ibadah, mall, dan lain sebagainya, kamar mandi pasti ada.
Ya memang target dibuat untuk mencukupi keliru satu hasrat manusia, mgslotonline yakni membersihkan diri dengan sebutan lain mandi, buang air, atau kegiatan lainnya.

Di di dalam bangunan tempatnya berada, letak kamar mandi mgslotonline nyaris pasti di bagian belakang, atau di wilayah yang agak tersembunyi, jarang sekali letaknya di bagian depan bangunan, nyaris gak tersedia kan?
Isi di dalamnya termasuk beda-beda, dari yang simpel hingga yang mewah.
Dulu, di rumah nenek, kamar mandinya tetap tersedia bak air besar, di sebelahnya tersedia sumur sebagai sumber air, dan pasti saja letaknya di belakang rumah, di luar malah.

Gw termasuk memiliki teman, yang kamar mandi rumahnya berukuran benar-benar besar dan mewah, gak tersedia bak air tentunya. Yang seru, di dalamnya tersedia taman kecil, benar-benar sesuai bikin sambil melamun, hehe.
Begitulah kamar mandi, bersamaan perkembangan jaman, bentuk, ukuran, isikan di dalam, serta peruntukannya makin lama berkembang, sanggup dibilang termasuk makin lama modern, namun namanya selalu saja kamar mandi.
Tapi ya gitu, banyak dari kami (termasuk gw) yang tetap memiliki pikiran terkecuali kamar mandi itu agak-agak menyeramkan.
Jangankan di tempat yang baru kami menempati atau kunjungi, di rumah sendiri yang sudah kami menempati sejak kecil pun tetap aja males kalo perlu ke kamar mandi tengah malam, apa kembali dikala rumah tengah kosong gak tersedia siapa-siapa.

Kenapa sih kok kadang (selalu) takut ke kamar mandi? Sebabnya apa?

Kalo gw, keresahan yang kadang muncul dikala di kamar mandi, kepikiran tentang “Ada siapa di balik pintu?” “Ada siapa di luar?”, berpikiran begitu dikala tengah sendirian di rumah atau tempat kost, pikiran-pikiran itu yang bikin parno.
Nanti terkecuali sudah selesai lantas perlu keluar, dikala buka pintu tiba-tiba tersedia sosok atau sesuatu yang seram berdiri di depan pintu gimana? Kan takut ya.
Kalo teman-teman gimana? Pikiran dan keresahan apa yang dirasa dikala tengah di di dalam kamar mandi?
Nah, malam ini, tersedia dua teman yang dapat menceritakan pengalaman mereka perihal bersama dengan kamar mandi. Risman dapat cerita tentang kamar mandi di tempat kost, Fenty cerita tentang kamar mandi di satu hotel.

Yuk simak yuk.
***
Aku Risman, asal Purwokerto, pernah kuliah di Jogja.
Mulai kuliah th. 2007 hingga selanjutnya lulus terhadap th. 2011. Dalam rentang selagi itu saya tiga kali ganti kost, menjadi tersedia tiga tempat yang menjadi tempat tinggal selama kuliah.
Kenapa perlu ganti kost hingga tiga kali? Ya memang tersedia alasan tertentu.
Semasa kuliah itu, kendala ekonomi mengharuskanku untuk tinggal di kost yang simpel dan seadanya, saya gak sanggup terkecuali berkenan kost di tempat bagus dan mahal, gak tersedia uangnya.

Seperti yang banyak teman lain barangkali alami, tempat kost pertama pasti hanya sementara, gak pernah lama, gara-gara kost pertama kebanyakan “Yang perlu tersedia tempat bikin tidur dulu..” atau “Sementara, sambil nyari yang lebih bagus..”, begitu kan? Ya sama, saya termasuk begitu.

Tapi, walau kere, saya termasuk memiliki keinginan untuk tinggal di kost yang nyaman, gak gembel-gembel amatlah. Dengan pikiran seperti itu, sesudah tersiksa bersama dengan suasana di tempat pertama, selanjutnya saya sanggup kost yang lebih mendingan.
Tempat kost ke dua ini di tempat Kaliurang. Kost murah dan simpel namun bersih dan lumayan nyaman. Bentuknya rumah bertingkat memanjang ke belakang, isinya tersedia kurang lebih 15 kamar saling berhadapan.
Semua kamar hanya terisi meja dan tempat tidur.
Kamar mandinya di mana?
Ada empat kamar mandi berukuran tengah yang letaknya di paling belakang bangunan, seutuhnya tetap mengandalkan bak air dan gayung, gak tersedia shower pancuran.
Gambarannya seperti itu kira-kira.
Namanya termasuk kost simpel dan murah, jangan ingin suasananya cerah terang benderang, kost ini kelihatan sedikit kusam dan temaram di selagi malam.

Begitu termasuk bersama dengan kamar mandinya..
Seperti yang sudah saya bilang tadi, kamar mandinya gak kecil, tiap-tiap berukuran kurang lebih 3×3 meter, bersama dengan bak air di dalamnya.
Empat kamar mandi berjajar dari kiri ke kanan, penerangan di di dalam hanya dari lampu lima watt, mirip sekali gak terang, terkecuali kata teman-temanku “Yang perlu tetap kelihatan, aman”, begitu.
Ya sudah, namanya termasuk terhambat budget, saya perlu terima.
~~Oh iya, satu lagi, bak air di kamar mandi warnanya gelap, bukan gara-gara jarang dibersihkan, namun memang dicat warna gelap, menjadi airnya kelihatan gelap juga, padahal memang bersih. Kenapa saya cerita tentang bak ini? Karena nanti tersedia kisah tersendiri.~~
Lalu selagi pun berjalan, menekuni hari tinggal di tempat kost itu.

Awalnya gak pernah menjadi tersedia keanehan atau kejanggalan apa pun juga, walau sebagian kali merasakan keanehan lebih-lebih di kamar mandi, namun saya gak pernah memikirkannya lebih jauh, belum.
Aku termasuk orang yang penakut, parnoan, menjadi terkecuali seandainya tengah menjadi tersedia yang aneh atau menyeramkan, dapat mengupayakan keras untuk mangabaikan dan mengalihkan pikiran ke hal lain, gak berkenan tenggelam di dalam keresahan gara-gara over thinking.

Di kost ini, awalnya sudah sebagian kali mengalami perihal yang agak sedikit mengganggu, namun tetap belum masuk ke step menyeramkan menjadi saya tetap sanggup bersama dengan mudah mengabaikan.
Seperti contohnya begini, katika tengah mandi tiba-tiba lampu kamar mandi mati, pasti saja menjadi gelap. Itu terjadi dikala awal-awal saya tinggal di situ, menjadi kemungkinannya teramat kecil kalo tersedia teman kost yang jail mematikan lampu,

gak mungkin, gara-gara selagi itu kami belum benar-benar akrab. Lalu sebagian belas detik kemudian, lampunya menyala lagi. Kejadian seperti ini sebagian kali terjadi.
Contoh lagi, terhadap suatu hari, dikala tengah mengguyur badan memanfaatkan gayung, dikala tengah “Byuuurr”, tiba-tiba saya mendengar suara orang yang berdehem, “Eheem”, seperti itu.
Kaget? Iyalah, gara-gara kedengarannya bukan dari luar, namun dari dalam.
Makanya, terkecuali kami mandi memanfaatkan gayung, mata selalu terpejam dikala tengah mengguyur air dari atas kepala kan? Nah, saya takut terkecuali dikala buka mata sesudah terpejam, tiba-tiba tersedia muka seram di hadapan, muka pemilik suara “Ehem” itu tadi. Menyeramkan..
Kejadian-kejadian aneh dan janggal itu, bersamaan berjalannya selagi tarafnya makin lama meningkat, perlahan sedikit demi sedikit makin lama lama makin lama menyeramkan.

Di awal tadi saya sempat membicarakan tentang bak air, bak air permanen yang dicat warna gelap, gara-gara itulah makanya saya gak sanggup melihat basic bak bersama dengan jelas.
Pada suatu hari, saya pulang malam, capek capek kurasa sesudah bergelut bersama dengan perkuliahan seharian.
Seperti biasa, sesudah hingga kamar, rebahan sebentar, lantas saya bermaksud untuk mandi.
Gayung memuat perlengkapan sudah di tangan, handuk melingkar di leher, kurang lebih jam 10 saya melangkah ke kamar mandi.
Untuk sampai, saya perlu lewat lima kamar, gara-gara kamarku letaknya berada di tengah.
Dan sepertinya penghuni kost yang lain sudah tidur atau malah belum pulang, gara-gara gak tersedia kehidupan mirip sekali, sepi aja.
Ketika sudah hingga di deretan kamar mandi, saya pilih yang ke dua dari kiri, lantas masuk ke dalamnya.

Gak tersedia yang aneh, saya kemudian mendi seperti biasanya, jebur-jebur.
Sampai selanjutnya dikala hendak melakukan siraman untuk membersihkan busa sabun di badan, sesuatu terjadi.
Bak air, memiliki kedalaman kurang lebih satu meter, selagi itu airnya di dalam suasana penuh.

Nah, dikala tengah menyita air, saya menjadi tersedia sesuatu di dalam bak yang menyentuh gayung, sepertinya gayung yang tengah saya pegang ini membentur sesuatu, saya menjadi seperti itu.
Aku percaya itu,
Lalu gayungku itu membentur apa?
Sama, saya pun penasaran.
Karena penasaran itulah, saya lantas mendekatkan muka ke permukaan air bersama dengan target untuk melihat ke di dalam bak, tersedia apa sih di dalam?.
Nah, bak yang dicat warna gelap ini pasti saja membuatku perlu sedikit bekerja keras menajamkan penglihatan, dilengkapi lampu yang hanya lima watt.

Ketika permukaan air sudah tenang gak bergelombang lagi, dilengkapi bersama dengan mata yang sudah jadi biasa dan fokus, selanjutnya saya melihat sesuatu.
Di di dalam bak, melihat tersedia wajah, sekilas saya melihatnya itu adalah muka laki-laki yang mirip sekali gak saya kenal.
Awalnya tetap gak yakin, lantas tetap menatapnya, coba memastikan lagi.
Ternyata benar, itu muka laki-laki, tersedia kepala di di dalam bak air. Beberapa detik kemudian saya langsung lari ke luar, dikala melihat muka itu selanjutnya tersenyum.
Sungguh benar-benar menyeramkan.
Peristiwa seterusnya lebih menyeramkan lagi, terjadi kurang lebih enam bulan saya sudah tinggal di situ.
Awalnya, saya dengar kabar terkecuali keliru satu penghuni kost tersedia yang sakit sudah nyaris satu bulan lamanya. Teman yang sakit ini selanjutnya pulang ke rumah orang tua, hingga nanti benar-benar sembuh.

Aku yang gak benar-benar akrab bersama dengan teman yang sakit ini, mendengar selentingan kabar dari penghuni lain tentang penyebab dia sanggup sakit lama seperti itu, katanya dia sakit karna shock.
Shock kenapa?
Katanya, sebelum akan sakit, dia melihat pocong di di dalam kamar mandi. Pocong itu berdiri di belakang dikala dia tengah buang air.
“Itu cerita benar Man, dikala terjadi saya tengah tersedia di sini, anda malah gak ada.” Begitu kata Ansar, tetangga kost sebelah kanan.
Kalo memang seperti itu, kok ya seram sekali, saya berpikir begitu, lantas hanya sanggup menghendaki semoga saya gak dapat mengalami hal yang sama.
Tapi ya harapan tinggal harapan..
Pada suatu hari sebagian minggu kemudian, saya pulang larut malam, kurang lebih jam sebelas hingga di tempat kost.

Seperti biasa, sesudah rebahan sebentar saya langsung ke kamar mandi. Karena sudah larut, selagi itu kost sudah sepi, gak tersedia kedengaran kegiatan penghuni.
Awalnya malas, namun kok badan menjadi lengket, selanjutnya saya putuskan untuk mandi.
Ketika sudah di depan kamar mandi, saya pilih yang paling ujung, gara-gara yang lain pintunya tertutup seperti tersedia isinya.
Setelah di dalam, saya lantas menjadi mandi. Normal, gak tersedia perihal aneh, walau sedikit deg-degan mengingat sudah banyak momen seram yang terjadi, apa kembali ini sudah nyaris tengah malam.
Singkatnya, mandi nyaris selesai, hanya tinggal mengeringkan badan bersama dengan handuk.
Aku handukan menghadap pintu. Di pintu kamar mandi melekat cermin bundar seukuran wajah, cermin yang sering tersedia di di dalam kamar mandi terhadap umumnya.

Aku membersihkan semua bagian tubuh termasuk kepala dan wajah. Ketika tengah mengeringkan kepala ini, sudah pasti saya gak sanggup melihat apa-apa gara-gara pandangan tertutup handuk.
Ketika selesai, dikala pandangan selanjutnya sanggup bebas gak kembali terhambat handuk, saya melihat cermin di hadapan, cermin yang melekat di pintu.

Terhenyak, jantungku berhenti berdetak, dikala melihat pocong dari pantulan cermin.
Pocong itu berdiri di belakangku, walau hanya sanggup melihat muka dan kepalanya saja, namun selalu benar-benar menakutkan.
Kemudian, lagi-lagi saya langsung lari terbirit-birit ke luar kamar mandi.
Ternyata benar cerita yang beredar selama ini, senang tersedia pocong di kamar mandi, terhadap malam itu saya melihatnya sendiri.
***
Aku Fenty, karyawan swasta berkantor di Jakarta.

Perusahaan tempatku bekerja bergerak di bidang jasa konsultan, klien kami tersebar nyaris di semua Indonesia.
Karena banyak dan tersebarnya klien itulah, mengharuskan kami secara berkala mengirim orang untuk mengunjungi klien di luar Jakarta, keliru satu orang itu adalah aku.
Iya, jadinya saya sering bertugas ke luar kota.
Singkatnya, seperti yang sudah banyak kami tahu, terkecuali dinas luar kota pasti dapat menginap di hotel selama selagi yang diperlukan.
Dengan begitu, sudah bermacam macam model hotel sudah pernah saya tempati. Dari hotel biasa saja di kota kecil, hingga hotel mewah di kota besar, semua sudah pernah saya huni.
Dari yang biasa saja gak tersedia seram-seramnya mirip sekali, hingga yang benar-benar menakutkan.

Menakutkan? Iya. Aku pernah mengalami momen seram yang malah terjadinya di hotel mewah.
Begini ceritanya..
Surabaya, th. 2014, perusahaan mengirim saya sendirian untuk singgah ke kantor Klien di kota pahlawan itu.
Waktu itu perusahaan menempatkan saya di satu hotel mewah di bilangan Darmo Raya. Hotel yang wujud bangunannya modern, menyediakan kamar kelas atas bersama dengan bermacam macam fasilitas.
Kalau sudah di hotel mewah begini, saya menjadi sekalian refreshing, bersama dengan memanfaatkan semua layanan yang ada.
Aku tetap ingat, selagi itu malam terakhir di Surabaya, keesokan paginya sudah perlu kembali ke Jakarta.
Biasanya, terkecuali sudah di hari terakhir seperti ini, saya meluangkan selagi bersantai mencari tempat melepas capek untuk makan dan ngopi di luar hotel.

Sama termasuk bersama dengan malam itu, saya habiskan selagi di keliru satu kafe, yang letaknya lumayan jauh dari hotel.
Setelah selesai “Me time”, saya kembali ke hotel kurang lebih jam delapan. Gak langsung masuk kamar, namun lebih-lebih dahulu memanfaatkan keliru satu fasilitas, yakni gym.
Lumayan lama, hingga jam 10 saya nge-gym. Setelah itu baru masuk kamar.
Di di dalam kamar, merebahkan tubuh sebentar di tempat tidur, santai menyaksikan TV, sambil menunggu bathtub penuh bersama dengan air.
Malam itu saya bermaksud untuk berendam air hangat, yang sepertinya dapat benar-benar nikmat menjadi sesudah capek beraktivitas seharian.
Setelah bathtub penuh, saya pun masuk ke kamar mandi.
Kamar mandi di kamarku ini besar, tersedia dua ruangan yang dipisahkan oleh dinding kaca tembus pandang.

Ruang pertama memuat dua wastafel yang di depannya tersedia cermin besar, lantas tersedia kloset juga. area ke dua pasti saja memuat bathtub tempatku berendam.
Seperti yang saya bilang tadi, berendam air hangat sesudah capek berkegiatan adalah percikan surga, nikmatnya tiada tara.

Tapi, ternyata hanya sebentar, barangkali hanya lima belas menit saya menikmati berendam air hangat, gara-gara seterusnya saya menjadi menjadi tersedia keanehan.
Ketika tengah berendam sambil memejamkan mata, tiba-tiba saya mendengar sesuatu.
Seperti tersedia suara perempuan tengah berbisik identik di telinga.
“Bangun..”
Suaranya seperti itu.
Tentu saja saya kaget, suara siapa itu?
Ah barangkali tadi sebentar ketiduran dan bermimpi, saya tetap coba untuk berpikir positif.

Lalu, saya menenggelamkan wajah, membasahi kepala bersama dengan air hangat.
Nah, sebagian detik kemudian, dikala kepala sudah muncul di permukaan, pasti saja saya perlu membersihkan muka menyeka air.
Saat itulah saya terhenyak kaget, dikala penglihatan tetap belum prima gara-gara tetap tersedia air di wajah. Gak secara langsung, namun saya melihat tersedia sosok yang tengah berdiri di balik dinding kaca, berdiri di depan wastafel!
Sosok perempuan, rambutnya panjang..
Reflek saya langsung mengucek-ngucek mata lantas melihat langsung ke depan wastafel bersama dengan lebih jelas.
Tapi, ternyata sudah gak kelihatan lagi, sosok itu menghilang.
Ketakutan, saya memutuskan untuk selesai berendam, lantas muncul dari bathtub.
Tapi, dikala tetap berdiri di samping bathtub, tiba-tiba lampu kamar mandi mati, menjadi gelap, namun tetap tersedia sedikit cahaya dari luar yang masuk lewat celah bawah pintu.

Semakin ketakutan, saya lantas cepat-cepat handukan bermaksud untuk langsung ke luar kamar mandi.
Ternyata gak semudah itu…
Dalam remangnya cahaya, saya menjadi sepertinya saya tengah gak sendirian. Benar saja, dikala mata sudah jadi biasa di dalam gelap, saya melihat tersedia sosok seram, perempuan, tengah berdiri di pojok sebelah kloset. Dia diam saja gak bergerak, seram sekali.
Melihat itu, saya langsung lari, menyita baju sekenanya, lantas pergi ke luar kamar.
Setelah itu saya menghendaki kepada pihak hotel untuk ganti kamar.
Sungguh pengalaman yang sepertinya dapat saya ingat selama hidup.
***
Balik ke gw kembali ya, Brii.
Begitulah, dua kisah dari banyak cerita seram tentang hantu di kamar mandi.
Sekian untuk kali ini, hingga jumpa minggu depan.