Tag Archives: Cerita Hantu Tuyul

Cerita Hantu Tuyul

Cerita Hantu Tuyul – Kali ini, gue dapat mengulas sedikit perihal satu mahluk yang dapat dibilang keliru satu urban legend di Indonesia, yaitu tuyul.
Ini sekadar sharing cerita aja, silakan disita hikmahnya kalo ada.

Cerita Hantu Tuyul

cerita-hantu-tuyul

christianlouboutin1992.com – Kayaknya udah enggak ada yang enggak tau tuyul, nyaris semua orang di Indonesia udah tahu. Jadi gue enggak harus lagi menjelaskan apa itu tuyul ya.
Intinya, tuyul adalah mahluk gaib yang bentuknya anak kecil, gundul, kerjaannya mencuri uang, dan kerap kali memiliki tuan.
Banyak mitos perihal tuyul, gue enggak tau pasti itu beneran mitos atau malah fakta. Satu yang pasti, pendapat kebanyakan orang dapat bilang kecuali tuyul ada tuannya, judibolalive99 sang tuan inilah yang pelihara si tuyul, si tuan ini termasuk yang memerintahkan dan menyuruh tuyul untuk mencuri uang.
Tujuannya apa? Ya untuk memperkaya diri.
~Ciri-ciri orang yang pelihara tuyul bagaimana sih Brii?
Ah, gue enggak menyadari pastinya.
Tapi ada lebih dari satu orang yang bilang, keliru satu ciri pemelihara tuyul adalah kecuali tengah berjalan kedua tangan selalu berpegangan di belakang badan, jadi posisinya layaknya tengah menggendong anak kecil. Itu dikarenakan orang itu tengah menggendong tuyul, katanya begitu.
Ada yang bilang juga, pemelihara tuyul rumahnya selalu memiliki pintu belakang, dan di pintu belakang itu selalu ada keset alas kaki yang terbuat berasal dari sabut kelapa.
Katanya, tuyul kecuali pulang berasal dari menjalankan tugas dapat selalu masuk berasal dari pintu belakang dan membersihkan kakinya menggunakan keset sabut kelapa.
Dan tetap banyak lagi katanya-katanya yang lain.
Begitulah,
Nah kali ini gue dapat sharing cerita perihal pengalaman gue sendiri perihal tuyul..
Dari kecil, gue udah lebih dari satu kali menyaksikan tuyul, atau yang menurut gue itu adalah tuyul. Satu persatu kejadiannya dapat gue ceritakan kapan-kapan, enggak malam ini.
Gue dapat mengawali dengan cerita pengalaman milik rekan era kecil dulu.
Jadi lima th. yang lantas itu, gue ada acara reuni kecil-kecilan dengan rekan SD. Kenapa kecil-kecilan, ya dikarenakan pesertanya hanya 7 orang, namun selalu rame, hehe.
Layaknya reuni, kami dapat lagi lagi ke era lalu, didalam perihal ini era kecil selagi SD.
Banyak perihal yang enggak pernah basi untuk diceritakan kembali, banyak kisah yang benar-benar menarik untuk dibahas lagi.
Macam-macam topik jadi bahan perbincangan, namun yang paling seru ya pasti saja ngomongin perihal cerita seram, hantu, mistis, dan yang seirama.
Gue dan teman-teman SD ini kebetulan tinggal bukan di kota besar, jadinya tetap banyak daerah dan lokasi yang cukup seram untuk didatangi selagi itu, jadinya kisah era kecil banyak dibumbui oleh pengalaman seram menjurus menakutkan.
Ya sudah, akhirnya kami tenggelam asik menceritakan pengalaman seram masing-masing.
Singkatnya, ada satu teman, Ana namanya, dia dengan keluarganya tetap tinggal dan menetap di Cilegon. Ana ini selagi itu menceritakan pengalaman seram yang tengah dia alami selagi itu, dan gue benar-benar tertarik. Kenapa tertarik? Karena Ana mengulas tuyul.
Iya, tuyul..

Jadi selagi itu Ana cerita, kecuali di rumah daerah dia tinggal lebih dari satu kali kehilangan uang. Awalnya dia pikir pelakunya adalah anaknya yang tetap SD, atau ART.
Kejadian ini cukup membawa dampak Ana dan suami resah, sempat lebih dari satu kali berakhir dengan pertengkaran.
Uang yang hilang termasuk cukup lumayan, ratusan ribu sekali hilang.
Setelah udah entah yang ke berapa kalinya ada kehilangan, akhirnya dilakukanlah penyelidikan. Ditanyalah satu persatu anggota keluarga di rumah, jawabannya udah pasti enggak ada yang mengaku.
Baiklah, sesudah laksanakan penyelidikan tanpa hasil, Ana dan suami memutuskan untuk membeli peti besi yang ada kuncinya. Peti besi yang cukup besar untuk menampung duwit dan barang punya nilai lainnya.
Setelah udah memiliki peti besi itu, lebih dari satu minggu lamanya enggak ada kejadian kehilangan lagi.
Tapi sebulan lantas ternyata kejadian lagi, duwit di didalam peti hilang, aneh..
Kata Ana, padahal kunci peti ditaruh di daerah yang benar-benar tersembunyi, enggak kemungkinan ada yang menyadari selain dia dan suaminya.
Yang anehnya lagi, peti besi tetap didalam situasi terkunci saat Ana menyadari kecuali isinya udah berkurang. Petinya enggak rusak sama sekali.
Isi didalam peti besi itu enggak seutuhnya hilang, tetap ada sisa sekitar ratusan ribu dan perhiasan, enggak habis seluruhnya.
Mereka pun bingung, era peti besi didalam situasi terkunci namun tetap dapat hilang termasuk di dalamnya? Bagaimana caranya?
Penasaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menempatkan kamera pemantau, kamera itu diarahkan ke pintu lemari besar, daerah di mana peti besi berada di dalamnya.
Setelah kamera terpasang dan difungsikan, video hasil pantauannya rutin dilihat oleh Ana, nyaris setiap hari.
Sama kejadiannya dengan saat mereka baru membeli peti besi sebelumnya, enggak berjalan kehilangan duwit dan benda punya nilai di didalam peti selama sekitar sebulan sesudah kamera terpasang, aman.
Tapi tiba-tiba sebulan lantas berjalan lagi, ada sejumlah duwit yang hilang, kali ini jumlahnya banyak, sampai jutaan rupiah.
Gemas, akhirnya Ana dan suami memeriksa video tangkapan kamera.
“Hmmmm, akhirnya ketahuan deh malingnya siapa,” Begitu kata mereka sebelum saat memirsa video, benar-benar yakin kecuali pencurinya dapat tertangkap kamera.
Tapi, ternyata enggak layaknya itu. Kamera sama sekali enggak menangkap gambar apa-apa, pencurinya enggak kelihatan, enggak terlihat ada orang yang mengakses lemari lantas mengakses peti besi untuk mencuri isinya. Enggak ada..
Lalu, siapa yang dapat mengambil alih isi peti besi tanpa mengakses pintunya?

Saat itulah Ana dan suami terbesit pikiran kecuali yang mencuri bukan manusia, namun mahluk gaib.
Mungkinkah?
Ana yang berasal dari kecil pernah memang udah yakin dan kerap bergelut dengan hal-hal mistis segera memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.
Untuk menjawab itu, suami Ana memiliki gagasan untuk membuktikannya.
“Jadi, suamiku segera pergi ke pasar, dia berkenan membeli abu gosok.” Begitu kata Ana saat dia menceritakan kejadiannya kepada kami.
“Abu gosok? Buat apa Na?” Tanya gue penasaran.
Buat yang belum tahu, abu gosok yang Ana maksudkan adalah benda yang bentuknya layaknya pasir, terbuat berasal dari hasil pembakaran, kalo orang-orang di pedesaan pernah menggunakan abu gosok untuk membersihkan piring atau perabotan rumah lain, lebih seringnya buat cuci piring.
“Abu gosok itu nantinya di taburkan di sekeliling peti besi dan sekitar lemari. Ditabur tipis.” Begitu kata Ana.
Trus kenapa harus abu gosok?
“Kata suamiku, abu gosok enggak dapat terdeteksi oleh si mahluk pencuri, yang selagi itu kami belum tau mahluk type apa si pencuri ini.” Begitu penjelasan Ana.
Ya sudah, akhirnya Ana dan suami manaburkan abu gosok di sekitar peti besi dan lemari, ditabur tipis.
Setelah itu, mereka hanya dapat menunggu.
Satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, enggak ada kejadian apa-apa, duwit di didalam peti tetap utuh.
Tapi, nyaris dua bulan kemudian, akhirnya kejadian lagi, duwit di didalam peti hilang sebagian.
Pada kejadian kali ini, kamera pemantau selalu enggak menangkap apa-apa, enggak ada objek yang tertangkap kamera tengah mencuri.
Tapi, enggak demikianlah dengan abu gosok. Abu yang ditabur pada sekitar peti dan lemari.
Abu gosok itu menangkap jejak pelaku pencurian.
Di atas taburan tidak tebal abu gosok, Ana dan suami menyaksikan ada jejak berbentuk kaki-kaki kecil, yang sepertinya singgah lantas lantas pergi. Jejak kaki ini seukuran kaki bayi manusia yang baru lahir, segitu ukurannya.
Ana dan suami jadi dapat menarik anggapan siapa pencuri duwit mereka selama ini.
Sepertinya tuyul..
***

Masih perihal tuyul.
Di kampung daerah tinggal gue selagi kecil pernah termasuk pernah ada momen yang cukup heboh. Kejadiannya, ada lebih dari satu warga yang kehilangan duwit dan benda punya nilai di rumahnya.
Sontak semua warga segera giat laksanakan siskamling, jaga malam.
Tapi meskipun udah ada siskamling dan kewaspadaan yang tinggi, selalu aja tetap ada berita kehilangan. Yang paling banyak diinformasikan adalah kehilangan uang.
Benar, namanya termasuk di kampung, maka beredarlah cerita-cerita yang bilang kecuali pelaku pencurian itu adalah tuyul, si mahluk legendaris.
Setelah beredar perihal cerita tuyul itu, seterusnya kampung gue ini jadi lebih mencekam, apa lagi kecuali malam hari. Banyak dar warga yang enggak berani terlihat malam, lebih menjadi aman di rumah saja, menjaga duwit dan harta lain miliknya.
Nah, entah kebetulan atau enggak, saat tengah santer-santernya cerita tuyul ini, gue dan Bapak selagi itu mengalami kejadian ganjil dan cukup menyeramkan.
Begini ceritanya..
Jadi, pada suatu malam kami pulang ke rumah sesudah singgah berasal dari rumah saudara.
Gue dan Bapak berboncengan menggunakan motor, selagi itu kalo enggak keliru gue tetap SD kelas empat, jadi tetap dapat duduk di depan kecuali naik motor bareng Bapak.
Seperti yang gue bilang tadi, selagi itu lagi santer-santernya cerita perihal tuyul gentayangan, jadinya situasi kampung udah sepi banget saat kami sampai di jalan masuk, ya dikarenakan udah nyaris tengah malam juga, sekitar jam sebelas.
Waktu itu Bapak sengaja melalui jalan belakang yang tetap benar-benar sepi, lewat jalan tanah kecil menembus perkebunan pohon kelapa, dan melalui satu pekuburan juga. Pokoknya seramlah suasananya.
Gue yang tadinya udah mengantuk, jadi lagi fresh dikarenakan merasakan keseraman suasana.
“Ada-ada aja Papa nih, kenapa termasuk melalui jalan belakang gini, kan serem.” Gue bilang gitu ke Bapak.
“Biar cepet Brii, kan jaraknya lebih pendek, hehe.” Begitu jawab beliau.
Ya sudah, gue hanya dapat pasrah sambil konsisten menyaksikan ke depan, pemandangannya nyaris gelap dikarenakan hanya dibantu sinar berasal dari lampu motor bebek Suzuki 100cc.
Angin malam begitu dingin, namun selalu aja gue tegang perhatikan jalan yang sepi banget ini.
Sampai akhirnya tiba-tiba, Bapak menginjak pedal rem agak mendadak, sampai akhirnya motor berhenti, padahal rumah kami hanya tinggal lebih dari satu menit lagi jaraknya.
“Ada apa Pa?” Tanya gue .
Bapak diem aja, namun bersuara pelan, “Ssssttt.” Begitu.
Gue yang penasaran kenapa tiba-tiba motor berhenti, mendengar nada Bapak layaknya itu segera perhatikan sekitar, menajamkan penglihatan.
“Jangan was-was ya Brii.” Begitu Bapak bilang lagi.
Gue diam, enggak berani bilang apa-apa.
Dan, lebih dari satu detik lantas akhirnya gue mendapat jawaban kenapa Bapak sampai berhenti mendadak.
Dua atau tiga meter di depan kami, di bawah sinar lampu motor yang enggak benar-benar terang, gue menyaksikan ada dua sosok kecil tengah berdiri di tengah jalan.
Sosok ini tingginya hanya sekitar 30 atau 40 sentimeter, bentuknya layaknya anak kecil tanpa baju sama sekali, warna tubuhnya gelap namun bukan layaknya gelap bayangan atau siluet, hitam gelap layaknya arang kering.
Gue hanya diam perhatikan dua sosok seram itu, mereka konsisten berdiri diam layaknya tengah perhatikan kami juga.
Seram? Iya, gue ketakutan.

Saat itu gue mendengar termasuk Bapak tengah membaca doa, ayat-ayat suci terlihat berasal dari mulutnya.
Entah udah berapa menit lamanya, akhirnya dua sosok itu bergerak pergi berasal dari tempatnya, berlari kecil masuk ke didalam gelap, lantas menghilang.
Itu mahluk apa? Tuyulkah? Sepertinya begitu..
***
Cukup sekian cerita kali ini ya,
Kalo ada yang berkenan sharing pengalaman perihal tuyul, silakan.
Sampai jumpa dengan cerita gue berikutnya.