5 Tanda Kamu Berada Dekat Makhluk Halus Walau Tak Melihatnya

5 Tanda Kamu Berada Dekat Makhluk Halus Walau Tak Melihatnya – tak semua orang mampu lihat makhluk halus. Namun, kita sebetulnya hidup berdampingan dengan makhluk tersebut. Makhluk astral itu sebetulnya tersedia dan hanya orang dengan kemampuan tertentu yang mampu lihat mereka. Nah, selanjutnya ini adalah beberapa isyarat kamu sedang berada di dekat makhluk halus meski kamu tak miliki kemampuan untuk melihatnya. Yang tak keluar bukan artinya tak terasa.

5 Tanda Kamu Berada Dekat Makhluk Halus Walau Tak Melihatnya

5-tanda-kamu-berada-dekat-makhluk-halus-walau-tak-melihatnya

christianlouboutin1992.com – Yang pertama adalah kamu mulai diperhatikan. Biasanya kamu mulai sedang dilihat berasal dari suatu tempat. Diikuti dengan perasaan gelisah dan tidak tenang. Ini kerap terjadi pas seseorang sedang tidur dan terhitung pas mereka berada di tempat asing atau baru. Ada yang menjelaskan kamu sedang dilihat oleh penunggu ruangan tersebut. Ada yang sifatnya amat mengganggu dan tersedia terhitung yang mampu diabaikan. Namun selamanya menimbulkan perasaan tidak safe dan tidak nyaman.
Kamu merasakan tersedia hal yang aneh. Ada perasaan yang sedikit mengintimidasi dan membuatmu gentar. Perasaan yang tak sedap ini mampu menjadi menyatakan bahwa tersedia makhluk lain di sana.
Merasa panas atau hangat di anggota tubuh tertentu mampu menjadi kamu sedang berdekatan atau disentuh oleh makhluk halus.
Beberapa hewan mampu menjadi indikator kehadiran makhluk halus di dekatmu. Cicak atau tokek misalnya. Banyak orang yang percaya bahwa keberadaan mereka mampu menyatakan terdapatnya makhluk halus yang masuk atau mendekati kita. Ada terhitung yang percaya jikalau anjing menyalak dengan aneh di malam hari, mungkin mereka sedang lihat makhluk halus. Hewan-hewan ini disinyalir mampu membaca keberadaan makhluk astral ini.
Last but not least, kamu mulai merinding tanpa sebab. Bulu romamu berdiri dan ini terjadi begitu saja. Bisa menjadi suatu hal sedang mendekat padamu.

Ladies, beberapa isyarat selanjutnya mampu kamu atasi dengan jangan mulai gentar. Kamu mampu menentukan untuk berubah tempat atau membaca doa didalam hati. Meredakan rasa was-was dengan hal yang berbau religiusitas bakal membawamu pada rasa tenang dan berpikir lagi bahwa tersedia kuasa Tuhan yang lebih besar atas semua makhluk.

Cerita Hantu Tuyul

Cerita Hantu Tuyul – Kali ini, gue dapat mengulas sedikit perihal satu mahluk yang dapat dibilang keliru satu urban legend di Indonesia, yaitu tuyul.
Ini sekadar sharing cerita aja, silakan disita hikmahnya kalo ada.

Cerita Hantu Tuyul

cerita-hantu-tuyul

christianlouboutin1992.com – Kayaknya udah enggak ada yang enggak tau tuyul, nyaris semua orang di Indonesia udah tahu. Jadi gue enggak harus lagi menjelaskan apa itu tuyul ya.
Intinya, tuyul adalah mahluk gaib yang bentuknya anak kecil, gundul, kerjaannya mencuri uang, dan kerap kali memiliki tuan.
Banyak mitos perihal tuyul, gue enggak tau pasti itu beneran mitos atau malah fakta. Satu yang pasti, pendapat kebanyakan orang dapat bilang kecuali tuyul ada tuannya, judibolalive99 sang tuan inilah yang pelihara si tuyul, si tuan ini termasuk yang memerintahkan dan menyuruh tuyul untuk mencuri uang.
Tujuannya apa? Ya untuk memperkaya diri.
~Ciri-ciri orang yang pelihara tuyul bagaimana sih Brii?
Ah, gue enggak menyadari pastinya.
Tapi ada lebih dari satu orang yang bilang, keliru satu ciri pemelihara tuyul adalah kecuali tengah berjalan kedua tangan selalu berpegangan di belakang badan, jadi posisinya layaknya tengah menggendong anak kecil. Itu dikarenakan orang itu tengah menggendong tuyul, katanya begitu.
Ada yang bilang juga, pemelihara tuyul rumahnya selalu memiliki pintu belakang, dan di pintu belakang itu selalu ada keset alas kaki yang terbuat berasal dari sabut kelapa.
Katanya, tuyul kecuali pulang berasal dari menjalankan tugas dapat selalu masuk berasal dari pintu belakang dan membersihkan kakinya menggunakan keset sabut kelapa.
Dan tetap banyak lagi katanya-katanya yang lain.
Begitulah,
Nah kali ini gue dapat sharing cerita perihal pengalaman gue sendiri perihal tuyul..
Dari kecil, gue udah lebih dari satu kali menyaksikan tuyul, atau yang menurut gue itu adalah tuyul. Satu persatu kejadiannya dapat gue ceritakan kapan-kapan, enggak malam ini.
Gue dapat mengawali dengan cerita pengalaman milik rekan era kecil dulu.
Jadi lima th. yang lantas itu, gue ada acara reuni kecil-kecilan dengan rekan SD. Kenapa kecil-kecilan, ya dikarenakan pesertanya hanya 7 orang, namun selalu rame, hehe.
Layaknya reuni, kami dapat lagi lagi ke era lalu, didalam perihal ini era kecil selagi SD.
Banyak perihal yang enggak pernah basi untuk diceritakan kembali, banyak kisah yang benar-benar menarik untuk dibahas lagi.
Macam-macam topik jadi bahan perbincangan, namun yang paling seru ya pasti saja ngomongin perihal cerita seram, hantu, mistis, dan yang seirama.
Gue dan teman-teman SD ini kebetulan tinggal bukan di kota besar, jadinya tetap banyak daerah dan lokasi yang cukup seram untuk didatangi selagi itu, jadinya kisah era kecil banyak dibumbui oleh pengalaman seram menjurus menakutkan.
Ya sudah, akhirnya kami tenggelam asik menceritakan pengalaman seram masing-masing.
Singkatnya, ada satu teman, Ana namanya, dia dengan keluarganya tetap tinggal dan menetap di Cilegon. Ana ini selagi itu menceritakan pengalaman seram yang tengah dia alami selagi itu, dan gue benar-benar tertarik. Kenapa tertarik? Karena Ana mengulas tuyul.
Iya, tuyul..

Jadi selagi itu Ana cerita, kecuali di rumah daerah dia tinggal lebih dari satu kali kehilangan uang. Awalnya dia pikir pelakunya adalah anaknya yang tetap SD, atau ART.
Kejadian ini cukup membawa dampak Ana dan suami resah, sempat lebih dari satu kali berakhir dengan pertengkaran.
Uang yang hilang termasuk cukup lumayan, ratusan ribu sekali hilang.
Setelah udah entah yang ke berapa kalinya ada kehilangan, akhirnya dilakukanlah penyelidikan. Ditanyalah satu persatu anggota keluarga di rumah, jawabannya udah pasti enggak ada yang mengaku.
Baiklah, sesudah laksanakan penyelidikan tanpa hasil, Ana dan suami memutuskan untuk membeli peti besi yang ada kuncinya. Peti besi yang cukup besar untuk menampung duwit dan barang punya nilai lainnya.
Setelah udah memiliki peti besi itu, lebih dari satu minggu lamanya enggak ada kejadian kehilangan lagi.
Tapi sebulan lantas ternyata kejadian lagi, duwit di didalam peti hilang, aneh..
Kata Ana, padahal kunci peti ditaruh di daerah yang benar-benar tersembunyi, enggak kemungkinan ada yang menyadari selain dia dan suaminya.
Yang anehnya lagi, peti besi tetap didalam situasi terkunci saat Ana menyadari kecuali isinya udah berkurang. Petinya enggak rusak sama sekali.
Isi didalam peti besi itu enggak seutuhnya hilang, tetap ada sisa sekitar ratusan ribu dan perhiasan, enggak habis seluruhnya.
Mereka pun bingung, era peti besi didalam situasi terkunci namun tetap dapat hilang termasuk di dalamnya? Bagaimana caranya?
Penasaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menempatkan kamera pemantau, kamera itu diarahkan ke pintu lemari besar, daerah di mana peti besi berada di dalamnya.
Setelah kamera terpasang dan difungsikan, video hasil pantauannya rutin dilihat oleh Ana, nyaris setiap hari.
Sama kejadiannya dengan saat mereka baru membeli peti besi sebelumnya, enggak berjalan kehilangan duwit dan benda punya nilai di didalam peti selama sekitar sebulan sesudah kamera terpasang, aman.
Tapi tiba-tiba sebulan lantas berjalan lagi, ada sejumlah duwit yang hilang, kali ini jumlahnya banyak, sampai jutaan rupiah.
Gemas, akhirnya Ana dan suami memeriksa video tangkapan kamera.
“Hmmmm, akhirnya ketahuan deh malingnya siapa,” Begitu kata mereka sebelum saat memirsa video, benar-benar yakin kecuali pencurinya dapat tertangkap kamera.
Tapi, ternyata enggak layaknya itu. Kamera sama sekali enggak menangkap gambar apa-apa, pencurinya enggak kelihatan, enggak terlihat ada orang yang mengakses lemari lantas mengakses peti besi untuk mencuri isinya. Enggak ada..
Lalu, siapa yang dapat mengambil alih isi peti besi tanpa mengakses pintunya?

Saat itulah Ana dan suami terbesit pikiran kecuali yang mencuri bukan manusia, namun mahluk gaib.
Mungkinkah?
Ana yang berasal dari kecil pernah memang udah yakin dan kerap bergelut dengan hal-hal mistis segera memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.
Untuk menjawab itu, suami Ana memiliki gagasan untuk membuktikannya.
“Jadi, suamiku segera pergi ke pasar, dia berkenan membeli abu gosok.” Begitu kata Ana saat dia menceritakan kejadiannya kepada kami.
“Abu gosok? Buat apa Na?” Tanya gue penasaran.
Buat yang belum tahu, abu gosok yang Ana maksudkan adalah benda yang bentuknya layaknya pasir, terbuat berasal dari hasil pembakaran, kalo orang-orang di pedesaan pernah menggunakan abu gosok untuk membersihkan piring atau perabotan rumah lain, lebih seringnya buat cuci piring.
“Abu gosok itu nantinya di taburkan di sekeliling peti besi dan sekitar lemari. Ditabur tipis.” Begitu kata Ana.
Trus kenapa harus abu gosok?
“Kata suamiku, abu gosok enggak dapat terdeteksi oleh si mahluk pencuri, yang selagi itu kami belum tau mahluk type apa si pencuri ini.” Begitu penjelasan Ana.
Ya sudah, akhirnya Ana dan suami manaburkan abu gosok di sekitar peti besi dan lemari, ditabur tipis.
Setelah itu, mereka hanya dapat menunggu.
Satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, enggak ada kejadian apa-apa, duwit di didalam peti tetap utuh.
Tapi, nyaris dua bulan kemudian, akhirnya kejadian lagi, duwit di didalam peti hilang sebagian.
Pada kejadian kali ini, kamera pemantau selalu enggak menangkap apa-apa, enggak ada objek yang tertangkap kamera tengah mencuri.
Tapi, enggak demikianlah dengan abu gosok. Abu yang ditabur pada sekitar peti dan lemari.
Abu gosok itu menangkap jejak pelaku pencurian.
Di atas taburan tidak tebal abu gosok, Ana dan suami menyaksikan ada jejak berbentuk kaki-kaki kecil, yang sepertinya singgah lantas lantas pergi. Jejak kaki ini seukuran kaki bayi manusia yang baru lahir, segitu ukurannya.
Ana dan suami jadi dapat menarik anggapan siapa pencuri duwit mereka selama ini.
Sepertinya tuyul..
***

Masih perihal tuyul.
Di kampung daerah tinggal gue selagi kecil pernah termasuk pernah ada momen yang cukup heboh. Kejadiannya, ada lebih dari satu warga yang kehilangan duwit dan benda punya nilai di rumahnya.
Sontak semua warga segera giat laksanakan siskamling, jaga malam.
Tapi meskipun udah ada siskamling dan kewaspadaan yang tinggi, selalu aja tetap ada berita kehilangan. Yang paling banyak diinformasikan adalah kehilangan uang.
Benar, namanya termasuk di kampung, maka beredarlah cerita-cerita yang bilang kecuali pelaku pencurian itu adalah tuyul, si mahluk legendaris.
Setelah beredar perihal cerita tuyul itu, seterusnya kampung gue ini jadi lebih mencekam, apa lagi kecuali malam hari. Banyak dar warga yang enggak berani terlihat malam, lebih menjadi aman di rumah saja, menjaga duwit dan harta lain miliknya.
Nah, entah kebetulan atau enggak, saat tengah santer-santernya cerita tuyul ini, gue dan Bapak selagi itu mengalami kejadian ganjil dan cukup menyeramkan.
Begini ceritanya..
Jadi, pada suatu malam kami pulang ke rumah sesudah singgah berasal dari rumah saudara.
Gue dan Bapak berboncengan menggunakan motor, selagi itu kalo enggak keliru gue tetap SD kelas empat, jadi tetap dapat duduk di depan kecuali naik motor bareng Bapak.
Seperti yang gue bilang tadi, selagi itu lagi santer-santernya cerita perihal tuyul gentayangan, jadinya situasi kampung udah sepi banget saat kami sampai di jalan masuk, ya dikarenakan udah nyaris tengah malam juga, sekitar jam sebelas.
Waktu itu Bapak sengaja melalui jalan belakang yang tetap benar-benar sepi, lewat jalan tanah kecil menembus perkebunan pohon kelapa, dan melalui satu pekuburan juga. Pokoknya seramlah suasananya.
Gue yang tadinya udah mengantuk, jadi lagi fresh dikarenakan merasakan keseraman suasana.
“Ada-ada aja Papa nih, kenapa termasuk melalui jalan belakang gini, kan serem.” Gue bilang gitu ke Bapak.
“Biar cepet Brii, kan jaraknya lebih pendek, hehe.” Begitu jawab beliau.
Ya sudah, gue hanya dapat pasrah sambil konsisten menyaksikan ke depan, pemandangannya nyaris gelap dikarenakan hanya dibantu sinar berasal dari lampu motor bebek Suzuki 100cc.
Angin malam begitu dingin, namun selalu aja gue tegang perhatikan jalan yang sepi banget ini.
Sampai akhirnya tiba-tiba, Bapak menginjak pedal rem agak mendadak, sampai akhirnya motor berhenti, padahal rumah kami hanya tinggal lebih dari satu menit lagi jaraknya.
“Ada apa Pa?” Tanya gue .
Bapak diem aja, namun bersuara pelan, “Ssssttt.” Begitu.
Gue yang penasaran kenapa tiba-tiba motor berhenti, mendengar nada Bapak layaknya itu segera perhatikan sekitar, menajamkan penglihatan.
“Jangan was-was ya Brii.” Begitu Bapak bilang lagi.
Gue diam, enggak berani bilang apa-apa.
Dan, lebih dari satu detik lantas akhirnya gue mendapat jawaban kenapa Bapak sampai berhenti mendadak.
Dua atau tiga meter di depan kami, di bawah sinar lampu motor yang enggak benar-benar terang, gue menyaksikan ada dua sosok kecil tengah berdiri di tengah jalan.
Sosok ini tingginya hanya sekitar 30 atau 40 sentimeter, bentuknya layaknya anak kecil tanpa baju sama sekali, warna tubuhnya gelap namun bukan layaknya gelap bayangan atau siluet, hitam gelap layaknya arang kering.
Gue hanya diam perhatikan dua sosok seram itu, mereka konsisten berdiri diam layaknya tengah perhatikan kami juga.
Seram? Iya, gue ketakutan.

Saat itu gue mendengar termasuk Bapak tengah membaca doa, ayat-ayat suci terlihat berasal dari mulutnya.
Entah udah berapa menit lamanya, akhirnya dua sosok itu bergerak pergi berasal dari tempatnya, berlari kecil masuk ke didalam gelap, lantas menghilang.
Itu mahluk apa? Tuyulkah? Sepertinya begitu..
***
Cukup sekian cerita kali ini ya,
Kalo ada yang berkenan sharing pengalaman perihal tuyul, silakan.
Sampai jumpa dengan cerita gue berikutnya.

Hantu Serem di Kamar Mandi

Hantu Serem di Kamar Mandi – Banyak keresahan di dalam pikiran dikala tengah di kamar mandi, sering kali memaksa diri untuk lekas selesai gara-gara merasakan tersedia yang aneh, padahal barangkali hanya pikiran tidak baik saja.

Hantu Serem di Kamar Mandi

Hantu Serem di Kamar Mandi

christianlouboutin1992.com – Ah, namun sanggup termasuk terjadi beneran kan?
Simak cerita kali ini, tentang hantu di kamar mandi.
***
Kamar mandi, satu ruangan yang selalu tersedia di tiap tiap bangunan, entah itu rumah, kantor, tempat ibadah, mall, dan lain sebagainya, kamar mandi pasti ada.
Ya memang target dibuat untuk mencukupi keliru satu hasrat manusia, mgslotonline yakni membersihkan diri dengan sebutan lain mandi, buang air, atau kegiatan lainnya.

Di di dalam bangunan tempatnya berada, letak kamar mandi mgslotonline nyaris pasti di bagian belakang, atau di wilayah yang agak tersembunyi, jarang sekali letaknya di bagian depan bangunan, nyaris gak tersedia kan?
Isi di dalamnya termasuk beda-beda, dari yang simpel hingga yang mewah.
Dulu, di rumah nenek, kamar mandinya tetap tersedia bak air besar, di sebelahnya tersedia sumur sebagai sumber air, dan pasti saja letaknya di belakang rumah, di luar malah.

Gw termasuk memiliki teman, yang kamar mandi rumahnya berukuran benar-benar besar dan mewah, gak tersedia bak air tentunya. Yang seru, di dalamnya tersedia taman kecil, benar-benar sesuai bikin sambil melamun, hehe.
Begitulah kamar mandi, bersamaan perkembangan jaman, bentuk, ukuran, isikan di dalam, serta peruntukannya makin lama berkembang, sanggup dibilang termasuk makin lama modern, namun namanya selalu saja kamar mandi.
Tapi ya gitu, banyak dari kami (termasuk gw) yang tetap memiliki pikiran terkecuali kamar mandi itu agak-agak menyeramkan.
Jangankan di tempat yang baru kami menempati atau kunjungi, di rumah sendiri yang sudah kami menempati sejak kecil pun tetap aja males kalo perlu ke kamar mandi tengah malam, apa kembali dikala rumah tengah kosong gak tersedia siapa-siapa.

Kenapa sih kok kadang (selalu) takut ke kamar mandi? Sebabnya apa?

Kalo gw, keresahan yang kadang muncul dikala di kamar mandi, kepikiran tentang “Ada siapa di balik pintu?” “Ada siapa di luar?”, berpikiran begitu dikala tengah sendirian di rumah atau tempat kost, pikiran-pikiran itu yang bikin parno.
Nanti terkecuali sudah selesai lantas perlu keluar, dikala buka pintu tiba-tiba tersedia sosok atau sesuatu yang seram berdiri di depan pintu gimana? Kan takut ya.
Kalo teman-teman gimana? Pikiran dan keresahan apa yang dirasa dikala tengah di di dalam kamar mandi?
Nah, malam ini, tersedia dua teman yang dapat menceritakan pengalaman mereka perihal bersama dengan kamar mandi. Risman dapat cerita tentang kamar mandi di tempat kost, Fenty cerita tentang kamar mandi di satu hotel.

Yuk simak yuk.
***
Aku Risman, asal Purwokerto, pernah kuliah di Jogja.
Mulai kuliah th. 2007 hingga selanjutnya lulus terhadap th. 2011. Dalam rentang selagi itu saya tiga kali ganti kost, menjadi tersedia tiga tempat yang menjadi tempat tinggal selama kuliah.
Kenapa perlu ganti kost hingga tiga kali? Ya memang tersedia alasan tertentu.
Semasa kuliah itu, kendala ekonomi mengharuskanku untuk tinggal di kost yang simpel dan seadanya, saya gak sanggup terkecuali berkenan kost di tempat bagus dan mahal, gak tersedia uangnya.

Seperti yang banyak teman lain barangkali alami, tempat kost pertama pasti hanya sementara, gak pernah lama, gara-gara kost pertama kebanyakan “Yang perlu tersedia tempat bikin tidur dulu..” atau “Sementara, sambil nyari yang lebih bagus..”, begitu kan? Ya sama, saya termasuk begitu.

Tapi, walau kere, saya termasuk memiliki keinginan untuk tinggal di kost yang nyaman, gak gembel-gembel amatlah. Dengan pikiran seperti itu, sesudah tersiksa bersama dengan suasana di tempat pertama, selanjutnya saya sanggup kost yang lebih mendingan.
Tempat kost ke dua ini di tempat Kaliurang. Kost murah dan simpel namun bersih dan lumayan nyaman. Bentuknya rumah bertingkat memanjang ke belakang, isinya tersedia kurang lebih 15 kamar saling berhadapan.
Semua kamar hanya terisi meja dan tempat tidur.
Kamar mandinya di mana?
Ada empat kamar mandi berukuran tengah yang letaknya di paling belakang bangunan, seutuhnya tetap mengandalkan bak air dan gayung, gak tersedia shower pancuran.
Gambarannya seperti itu kira-kira.
Namanya termasuk kost simpel dan murah, jangan ingin suasananya cerah terang benderang, kost ini kelihatan sedikit kusam dan temaram di selagi malam.

Begitu termasuk bersama dengan kamar mandinya..
Seperti yang sudah saya bilang tadi, kamar mandinya gak kecil, tiap-tiap berukuran kurang lebih 3×3 meter, bersama dengan bak air di dalamnya.
Empat kamar mandi berjajar dari kiri ke kanan, penerangan di di dalam hanya dari lampu lima watt, mirip sekali gak terang, terkecuali kata teman-temanku “Yang perlu tetap kelihatan, aman”, begitu.
Ya sudah, namanya termasuk terhambat budget, saya perlu terima.
~~Oh iya, satu lagi, bak air di kamar mandi warnanya gelap, bukan gara-gara jarang dibersihkan, namun memang dicat warna gelap, menjadi airnya kelihatan gelap juga, padahal memang bersih. Kenapa saya cerita tentang bak ini? Karena nanti tersedia kisah tersendiri.~~
Lalu selagi pun berjalan, menekuni hari tinggal di tempat kost itu.

Awalnya gak pernah menjadi tersedia keanehan atau kejanggalan apa pun juga, walau sebagian kali merasakan keanehan lebih-lebih di kamar mandi, namun saya gak pernah memikirkannya lebih jauh, belum.
Aku termasuk orang yang penakut, parnoan, menjadi terkecuali seandainya tengah menjadi tersedia yang aneh atau menyeramkan, dapat mengupayakan keras untuk mangabaikan dan mengalihkan pikiran ke hal lain, gak berkenan tenggelam di dalam keresahan gara-gara over thinking.

Di kost ini, awalnya sudah sebagian kali mengalami perihal yang agak sedikit mengganggu, namun tetap belum masuk ke step menyeramkan menjadi saya tetap sanggup bersama dengan mudah mengabaikan.
Seperti contohnya begini, katika tengah mandi tiba-tiba lampu kamar mandi mati, pasti saja menjadi gelap. Itu terjadi dikala awal-awal saya tinggal di situ, menjadi kemungkinannya teramat kecil kalo tersedia teman kost yang jail mematikan lampu,

gak mungkin, gara-gara selagi itu kami belum benar-benar akrab. Lalu sebagian belas detik kemudian, lampunya menyala lagi. Kejadian seperti ini sebagian kali terjadi.
Contoh lagi, terhadap suatu hari, dikala tengah mengguyur badan memanfaatkan gayung, dikala tengah “Byuuurr”, tiba-tiba saya mendengar suara orang yang berdehem, “Eheem”, seperti itu.
Kaget? Iyalah, gara-gara kedengarannya bukan dari luar, namun dari dalam.
Makanya, terkecuali kami mandi memanfaatkan gayung, mata selalu terpejam dikala tengah mengguyur air dari atas kepala kan? Nah, saya takut terkecuali dikala buka mata sesudah terpejam, tiba-tiba tersedia muka seram di hadapan, muka pemilik suara “Ehem” itu tadi. Menyeramkan..
Kejadian-kejadian aneh dan janggal itu, bersamaan berjalannya selagi tarafnya makin lama meningkat, perlahan sedikit demi sedikit makin lama lama makin lama menyeramkan.

Di awal tadi saya sempat membicarakan tentang bak air, bak air permanen yang dicat warna gelap, gara-gara itulah makanya saya gak sanggup melihat basic bak bersama dengan jelas.
Pada suatu hari, saya pulang malam, capek capek kurasa sesudah bergelut bersama dengan perkuliahan seharian.
Seperti biasa, sesudah hingga kamar, rebahan sebentar, lantas saya bermaksud untuk mandi.
Gayung memuat perlengkapan sudah di tangan, handuk melingkar di leher, kurang lebih jam 10 saya melangkah ke kamar mandi.
Untuk sampai, saya perlu lewat lima kamar, gara-gara kamarku letaknya berada di tengah.
Dan sepertinya penghuni kost yang lain sudah tidur atau malah belum pulang, gara-gara gak tersedia kehidupan mirip sekali, sepi aja.
Ketika sudah hingga di deretan kamar mandi, saya pilih yang ke dua dari kiri, lantas masuk ke dalamnya.

Gak tersedia yang aneh, saya kemudian mendi seperti biasanya, jebur-jebur.
Sampai selanjutnya dikala hendak melakukan siraman untuk membersihkan busa sabun di badan, sesuatu terjadi.
Bak air, memiliki kedalaman kurang lebih satu meter, selagi itu airnya di dalam suasana penuh.

Nah, dikala tengah menyita air, saya menjadi tersedia sesuatu di dalam bak yang menyentuh gayung, sepertinya gayung yang tengah saya pegang ini membentur sesuatu, saya menjadi seperti itu.
Aku percaya itu,
Lalu gayungku itu membentur apa?
Sama, saya pun penasaran.
Karena penasaran itulah, saya lantas mendekatkan muka ke permukaan air bersama dengan target untuk melihat ke di dalam bak, tersedia apa sih di dalam?.
Nah, bak yang dicat warna gelap ini pasti saja membuatku perlu sedikit bekerja keras menajamkan penglihatan, dilengkapi lampu yang hanya lima watt.

Ketika permukaan air sudah tenang gak bergelombang lagi, dilengkapi bersama dengan mata yang sudah jadi biasa dan fokus, selanjutnya saya melihat sesuatu.
Di di dalam bak, melihat tersedia wajah, sekilas saya melihatnya itu adalah muka laki-laki yang mirip sekali gak saya kenal.
Awalnya tetap gak yakin, lantas tetap menatapnya, coba memastikan lagi.
Ternyata benar, itu muka laki-laki, tersedia kepala di di dalam bak air. Beberapa detik kemudian saya langsung lari ke luar, dikala melihat muka itu selanjutnya tersenyum.
Sungguh benar-benar menyeramkan.
Peristiwa seterusnya lebih menyeramkan lagi, terjadi kurang lebih enam bulan saya sudah tinggal di situ.
Awalnya, saya dengar kabar terkecuali keliru satu penghuni kost tersedia yang sakit sudah nyaris satu bulan lamanya. Teman yang sakit ini selanjutnya pulang ke rumah orang tua, hingga nanti benar-benar sembuh.

Aku yang gak benar-benar akrab bersama dengan teman yang sakit ini, mendengar selentingan kabar dari penghuni lain tentang penyebab dia sanggup sakit lama seperti itu, katanya dia sakit karna shock.
Shock kenapa?
Katanya, sebelum akan sakit, dia melihat pocong di di dalam kamar mandi. Pocong itu berdiri di belakang dikala dia tengah buang air.
“Itu cerita benar Man, dikala terjadi saya tengah tersedia di sini, anda malah gak ada.” Begitu kata Ansar, tetangga kost sebelah kanan.
Kalo memang seperti itu, kok ya seram sekali, saya berpikir begitu, lantas hanya sanggup menghendaki semoga saya gak dapat mengalami hal yang sama.
Tapi ya harapan tinggal harapan..
Pada suatu hari sebagian minggu kemudian, saya pulang larut malam, kurang lebih jam sebelas hingga di tempat kost.

Seperti biasa, sesudah rebahan sebentar saya langsung ke kamar mandi. Karena sudah larut, selagi itu kost sudah sepi, gak tersedia kedengaran kegiatan penghuni.
Awalnya malas, namun kok badan menjadi lengket, selanjutnya saya putuskan untuk mandi.
Ketika sudah di depan kamar mandi, saya pilih yang paling ujung, gara-gara yang lain pintunya tertutup seperti tersedia isinya.
Setelah di dalam, saya lantas menjadi mandi. Normal, gak tersedia perihal aneh, walau sedikit deg-degan mengingat sudah banyak momen seram yang terjadi, apa kembali ini sudah nyaris tengah malam.
Singkatnya, mandi nyaris selesai, hanya tinggal mengeringkan badan bersama dengan handuk.
Aku handukan menghadap pintu. Di pintu kamar mandi melekat cermin bundar seukuran wajah, cermin yang sering tersedia di di dalam kamar mandi terhadap umumnya.

Aku membersihkan semua bagian tubuh termasuk kepala dan wajah. Ketika tengah mengeringkan kepala ini, sudah pasti saya gak sanggup melihat apa-apa gara-gara pandangan tertutup handuk.
Ketika selesai, dikala pandangan selanjutnya sanggup bebas gak kembali terhambat handuk, saya melihat cermin di hadapan, cermin yang melekat di pintu.

Terhenyak, jantungku berhenti berdetak, dikala melihat pocong dari pantulan cermin.
Pocong itu berdiri di belakangku, walau hanya sanggup melihat muka dan kepalanya saja, namun selalu benar-benar menakutkan.
Kemudian, lagi-lagi saya langsung lari terbirit-birit ke luar kamar mandi.
Ternyata benar cerita yang beredar selama ini, senang tersedia pocong di kamar mandi, terhadap malam itu saya melihatnya sendiri.
***
Aku Fenty, karyawan swasta berkantor di Jakarta.

Perusahaan tempatku bekerja bergerak di bidang jasa konsultan, klien kami tersebar nyaris di semua Indonesia.
Karena banyak dan tersebarnya klien itulah, mengharuskan kami secara berkala mengirim orang untuk mengunjungi klien di luar Jakarta, keliru satu orang itu adalah aku.
Iya, jadinya saya sering bertugas ke luar kota.
Singkatnya, seperti yang sudah banyak kami tahu, terkecuali dinas luar kota pasti dapat menginap di hotel selama selagi yang diperlukan.
Dengan begitu, sudah bermacam macam model hotel sudah pernah saya tempati. Dari hotel biasa saja di kota kecil, hingga hotel mewah di kota besar, semua sudah pernah saya huni.
Dari yang biasa saja gak tersedia seram-seramnya mirip sekali, hingga yang benar-benar menakutkan.

Menakutkan? Iya. Aku pernah mengalami momen seram yang malah terjadinya di hotel mewah.
Begini ceritanya..
Surabaya, th. 2014, perusahaan mengirim saya sendirian untuk singgah ke kantor Klien di kota pahlawan itu.
Waktu itu perusahaan menempatkan saya di satu hotel mewah di bilangan Darmo Raya. Hotel yang wujud bangunannya modern, menyediakan kamar kelas atas bersama dengan bermacam macam fasilitas.
Kalau sudah di hotel mewah begini, saya menjadi sekalian refreshing, bersama dengan memanfaatkan semua layanan yang ada.
Aku tetap ingat, selagi itu malam terakhir di Surabaya, keesokan paginya sudah perlu kembali ke Jakarta.
Biasanya, terkecuali sudah di hari terakhir seperti ini, saya meluangkan selagi bersantai mencari tempat melepas capek untuk makan dan ngopi di luar hotel.

Sama termasuk bersama dengan malam itu, saya habiskan selagi di keliru satu kafe, yang letaknya lumayan jauh dari hotel.
Setelah selesai “Me time”, saya kembali ke hotel kurang lebih jam delapan. Gak langsung masuk kamar, namun lebih-lebih dahulu memanfaatkan keliru satu fasilitas, yakni gym.
Lumayan lama, hingga jam 10 saya nge-gym. Setelah itu baru masuk kamar.
Di di dalam kamar, merebahkan tubuh sebentar di tempat tidur, santai menyaksikan TV, sambil menunggu bathtub penuh bersama dengan air.
Malam itu saya bermaksud untuk berendam air hangat, yang sepertinya dapat benar-benar nikmat menjadi sesudah capek beraktivitas seharian.
Setelah bathtub penuh, saya pun masuk ke kamar mandi.
Kamar mandi di kamarku ini besar, tersedia dua ruangan yang dipisahkan oleh dinding kaca tembus pandang.

Ruang pertama memuat dua wastafel yang di depannya tersedia cermin besar, lantas tersedia kloset juga. area ke dua pasti saja memuat bathtub tempatku berendam.
Seperti yang saya bilang tadi, berendam air hangat sesudah capek berkegiatan adalah percikan surga, nikmatnya tiada tara.

Tapi, ternyata hanya sebentar, barangkali hanya lima belas menit saya menikmati berendam air hangat, gara-gara seterusnya saya menjadi menjadi tersedia keanehan.
Ketika tengah berendam sambil memejamkan mata, tiba-tiba saya mendengar sesuatu.
Seperti tersedia suara perempuan tengah berbisik identik di telinga.
“Bangun..”
Suaranya seperti itu.
Tentu saja saya kaget, suara siapa itu?
Ah barangkali tadi sebentar ketiduran dan bermimpi, saya tetap coba untuk berpikir positif.

Lalu, saya menenggelamkan wajah, membasahi kepala bersama dengan air hangat.
Nah, sebagian detik kemudian, dikala kepala sudah muncul di permukaan, pasti saja saya perlu membersihkan muka menyeka air.
Saat itulah saya terhenyak kaget, dikala penglihatan tetap belum prima gara-gara tetap tersedia air di wajah. Gak secara langsung, namun saya melihat tersedia sosok yang tengah berdiri di balik dinding kaca, berdiri di depan wastafel!
Sosok perempuan, rambutnya panjang..
Reflek saya langsung mengucek-ngucek mata lantas melihat langsung ke depan wastafel bersama dengan lebih jelas.
Tapi, ternyata sudah gak kelihatan lagi, sosok itu menghilang.
Ketakutan, saya memutuskan untuk selesai berendam, lantas muncul dari bathtub.
Tapi, dikala tetap berdiri di samping bathtub, tiba-tiba lampu kamar mandi mati, menjadi gelap, namun tetap tersedia sedikit cahaya dari luar yang masuk lewat celah bawah pintu.

Semakin ketakutan, saya lantas cepat-cepat handukan bermaksud untuk langsung ke luar kamar mandi.
Ternyata gak semudah itu…
Dalam remangnya cahaya, saya menjadi sepertinya saya tengah gak sendirian. Benar saja, dikala mata sudah jadi biasa di dalam gelap, saya melihat tersedia sosok seram, perempuan, tengah berdiri di pojok sebelah kloset. Dia diam saja gak bergerak, seram sekali.
Melihat itu, saya langsung lari, menyita baju sekenanya, lantas pergi ke luar kamar.
Setelah itu saya menghendaki kepada pihak hotel untuk ganti kamar.
Sungguh pengalaman yang sepertinya dapat saya ingat selama hidup.
***
Balik ke gw kembali ya, Brii.
Begitulah, dua kisah dari banyak cerita seram tentang hantu di kamar mandi.
Sekian untuk kali ini, hingga jumpa minggu depan.

Cerita Hantu Lintas Dimensi di Selatan Jawa

Cerita Hantu Lintas Dimensi di Selatan Jawa – Lagi-lagi, perjalanan menuju satu tempat menghasilkan kisah mengakses tabir gelap. Benturan dua dimensi gak terelakkan, menjadi suguhan kisah seram.

Prio, pemuda asal Jogja, dapat menceritakan kisahnya disaat menyusuri jalur lintas selatan Jawa.

Cerita Hantu Lintas Dimensi di Selatan Jawa

cerita-hantu-lintas-dimensi-di-selatan-jawa

Jam delapan malam aku udah di atas motor kesayangan, menyusuri jalur lintas selatan pulau Jawa.
Aku bekerja di Purwokerto, malam jumat ini kudu pulang ke Jogja gara-gara ayah masuk tempat tinggal sakit.
Bukan kebiasaanku untuk pulang mendadak seperti ini, jadwal pulang biasanya dua minggu atau malah satu bulan sekali. Tapi ini kudu aku jalani, kendati keliru satu kakak bilang kalau aku gak kudu pulang, keluarga besar udah banyak yang menemani dan mengurus kepentingan Ayah.
Tapi aku bersikukuh, kebetulan udah nyaris satu bulan lamanya gak pernah pulang.
Ya sudah, akhirnya aku pulang.

Normalnya, perjalanan yang kudu ditempuh untuk sampai tempat tinggal bersama dengan mengendarai motor adalah empat sampai lima jam. Jadi, paling cepat semestinya jam dua belas tengah malam nanti aku udah sampai.
Hanya pakaian berbalut jaket kulit melekat di badan yang aku bawa pulang, judibolalive99 ditambah bersama dengan tas kecil berisi kepentingan sehari-hari, gak banyak memang.
Bismillah, semoga aku selamat sampai tempat tinggal tanpa kekurangan apa pun.
Udara malam tampaknya gak bergerak, tapi aku membelahnya menjadi menerpa wajah dan tubuh. Jalanan yang gak sangat lebar, tapi cukup untuk dua kendaraan berpapasan.
Gak kudu aku jelaskan lagi kan, ini malam jumat, belum akhir pekan, menjadi tentu sepi, di banyak bagian malah sangat sepi, mirip sekali gak ada orang atau tempat tinggal penduduk. Hutan kecil dan perkebunan warga menjadi pemandangan yang semestinya sanggup aku menikmati kalau siang hari.

Tapi gara-gara gelapnya pekat malam, yang terlihat cuma hitam tidak tipis tidak tebal membentuk objek isikan bumi.
Sejak tiga tahun terakhir, jalur ini udah menjadi jalur yang kudu aku lalui untuk pulang atau berangkat dari Jogja menuju Purwokerto, udah sangat hapal nyaris setiap jengkalnya, semestinya begitu.
Udara terasa dingin, disaat malam makin larut, aku yang tadinya memacu motor cukup kencang menjadi melambat, sedikit mengurangi putaran gas.
Sekali lagi menyaksikan jam di tangan kiri, gak terasa kalau jarum pendeknya udah melalui dari angka sepuluh.
Sesekali kuperhatikan langit, pemandangannya sungguh indah, sangat cerah bertabur bintang bersama dengan siraman sinar rembulan yang sesekali mengintip dari sela pepohonan.
Aku yang sendirian di atas motor, menjadi seperti raja jalanan, menyusuri jalur sepi beratap langit cerah.

Kebumen, tiba-tiba aku udah sampai di kota kecil yang sepi ini, barangkali gara-gara udah malam jadinya terasa cepat. Tanpa berhenti, aku cuma melewatinya saja, lalu terus menuju kota kecil berikutnya.
Gak sangat jauh selepas Kebumen, aku sampai di persimpangan, terhadap persimpangan ini aku berhenti sebentar untuk menentukan jalur mana sebaiknya yang kudu dilalui.
Keduanya punya medan yang berbeda, kalau ambil yang lurus dapat menemui kontur jalur banyak tanjakan dan turunan, menurutku jalurnya lebih seram gara-gara lebih banyak menemui tempat sepi yang relatif jarang penduduk.
Kalau ambil jalur ke kanan, di depannya dapat menemui jalur lurus dan panjang, tidak jauh dari garis pantai, sekurang-kurangnya aku dapat mendengar suara debur ombak dari kejauhan.
Sungguh aku agak bingung memilihnya.
Tapi akhirnya, pertimbangkan jarak tempuh, aku menentukan jalur yang lurus, kendati dapat sangat sepi tapi sanggup berhemat banyak waktu.
Jadinya aku gak dapat melalui jalur dekat pantai.
***
Benar perkiraanku tadi, jalur yang aku menentukan ini sangat sepi.
Motor kupacu bersama dengan kencang, lebih dari satu sinar lampu dari tempat tinggal masyarakat cuma terlihat menjadi garis sekelebatan.
Situasi jalur yang sangat sepi membuatku berani untuk terus memacu motor bersama dengan cepat, aku cuma menginginkan segera sampai di kota kecil berikutnya, yakni Purworejo, perkiraan semestinya gak sampai satu jam aku udah sampai di sana.
Aku sangat berkonsentrasi berkendara, sangat fokus mencermati jalur dan situasi, gara-gara itulah aku menjadi gak sanggup lagi mencermati saran waktu, gak mengerti udah jam berapa, cuma sanggup mengira-ngira.
“Sepertinya udah nyaris jam sebelas, ini sepertinya udah setengah jalur menuju Purworejo.” Begitu isikan pikiranku.
Sempat lebih dari satu kali ada keraguan, lebih dari satu kali aku mencermati jalur dan sekitarnya, aku gak mengenali, seperti baru pertama kali melintas di jalur ini.
Ah, barangkali gara-gara ini malam hari, biasanya kan aku melalui sini disaat masih ada matahari, berfikir positif aku berusaha.
Tapi kendati begitu aku terus saja memacu kendaraan, terus melaju menyusuri jalur disertai sangsi yang makin lama makin tebal.
Iya, aku makin ragu, makin banyak bagian jalur dan pemandangan yang gak aku kenal, seperti belum pernah melintas di jalur ini.
Tapi aku terus coba menegaskan diri, gara-gara sedari tadi gak menemukan persimpangan, seutuhnya jalur lurus satu jalur, aku gak pernah berbelok ke kanan atau ke kiri, bersama dengan begitu semestinya udah ada di jalur dan menuju arah yang benar.
Perlahan memperlambat laju motor, sambil mencermati jalur melacak tempat atau bagian yang barangkali aku kenali. Ternyata nggak, aku mirip sekali gak kenal tempat ini, aku sepertinya gak pernah melalui jalur ini. Kok bisa? Kenapa ini sanggup terjadi?
Semakin pelan aku memacu motor,
Aku menyerah, lalu berniat dapat melacak masyarakat setempat untuk menanyakan apakah aku tersesat atau nggak. Tapi, mirip sekali aku gak menyaksikan seorang pun juga, gak ada warung atau toko kecil yang masih buka, sepi dan kosong yang ada.
Walau lebih dari satu kali ada tempat tinggal penduduk, tapi keadaannya udah gelap, pintu dan jendelanya tertutup rapat, penghuninya tentu udah tidur, aku gak tega untuk mengetuk dan membangunkannya.
Sampai akhirnya, di kejauhan aku menyaksikan ada warung kecil yang sepertinya masih buka, ada sinar lampu dari dalamnya bersinar sedikit ke luar. Syukurlah, menjadi ada tempat untuk bertanya. Buru-buru aku tancap gas supaya cepat sampai di sana.
Benar, warung kecil ini masih buka, aku memarkirkan motor tepat di depannya.
Ada seorang ayah di dalamnya, dia tengah membereskan warung yang sepertinya memang udah berkenan tutup.
Sebentar aku melirik jam tangan, ternyata udah jam sebelas lewat.
“Permisi Pak, selamat malam. Maaf mengganggu.” Tanyaku mengakses percakapan.
“Oh iya, ada apa ya Mas?” Jawab Bapak itu bersama dengan mata berbinar.
“Mau tanya Pak, apa ini benar jalur menuju Purworejo?”
“Benar mas, lurus aja terus, gak jauh lagi sampai Purworejo. Masnya berkenan ke mana memang malam-malam begini?”
“Mau pulang ke Jogja Pak. Terpaksa malam begini.”
Setelah itu, gara-gara aku pikir udah berada di jalur yang benar, dan kata Bapak warung Purworejo udah gak jauh lagi, aku menentukan untuk ngopi sejenak di warung itu.
Sekitar 15 menit berikutnya, aku malah terlibat perbincangan bersama dengan Bapak warung, dia sempat tawarkan untuk menginap di rumahnya gara-gara malam udah sangat larut.
“Terima kasih Pak, aku lanjut jalur saja. Pingin cepat sampai di rumah.” Jawabku menampik tawaran baiknya.
“Ya sudah, tapi hati-hati ya Mas. Kalau ada yang meragukan gak usah berhenti, jalur terus saja.” Begitu kata Bapak itu.
“Mencurigakan? Mencurigakan gimana Pak?” Aku menjadi penasaran.
“Apa saja yang mencurigakan, pokoknya jalur terus. Hati-hati kalau ada iring-iringan ya.”
Ah, Bapak ini omongannya makin membawa dampak aku bingung, iring-iringan apa pula yang dia maksudkan?
Ya sudahlah, aku udah kemalaman, kudu cepat pergi lanjut perjalanan. Setelah berpamitan, aku segera tancap gas.
***
Malam makin larut, desir angin mempunyai udara dingin. Jaket kulit sepertinya kehilangan khasiat, kulit tubuh terasa terasa kedinginan.
Langit termasuk terasa berubah, yang tadinya cerah berbintang perlahan pekat hitam seperti menutup menyelimut.
Rembulan termasuk sama, sang raja malam cuma sesekali menampakkan wajah gara-gara barisan awan senantiasa menutupi disaat hendak terlihat bersama dengan sinarnya.
Tapi gak ada jalur lain, aku terus melaju bersama dengan kecepatan sedang.
Entah kenapa, aku terasa kalau jalanan makin lama makin mencekam, makin terasa seperti itu disaat mencermati kalau udah entah berapa menit yang lalu aku gak menyaksikan ada tempat tinggal masyarakat atau bangunan lain. Kanan kiri jalur cuma ada hutan kecil atau perkebunan luas.
Rasa khawatir makin bertambah, disaat menyaksikan kalau perlahan kabut tidak tebal terasa turun, pekatnya terasa menutup jalur dan sekitarnya. Jarak pandang makin pendek, makin pelan aku berkendara.
Sampai akhirnya, aku mirip sekali gak sanggup menyaksikan pemandangan kanan kiri, gara-gara gelapnya malam ditambah bersama dengan kabut yang makin pekat. Aku cuma sanggup menyaksikan lebih dari satu belas meter ke depan, dibantu lampu motor yang masih menyala terang.
Terus kususuri jalur ini, jalanan yang seperti gak berujung.
Rasa khawatir terasa ditemani oleh ketakutan, sepertinya ada yang gak beres.
***
Laju motor yang udah pelan, menjadi makin pelan disaat aku terasa kalau jalanan ini gak rata, bergelombang, gak seperti pada mulanya yang merupakan jalur aspal mulus.
Permukaan jalur berubah.
Semakin jauh aku terasa kalau jalanan makin jelek. Ya memang begitu, aku cuma sanggup merasakan gara-gara jalanan tertutup kabut, menjadi gak sanggup menyaksikan jelas.
Penasaran, akhirnya aku menghentikan motor supaya sanggup mencermati kondisi jalur bersama dengan lebih seksama.
Aku terkejut, sesudah mengerti kalau ternyata jalanan ini bukan jalur aspal seperti sebelumnya, tapi jalur tanah. Jalan tanah kering bergelombang.
“Ya, Tuhan, di mana ini?” Bertanya-tanya didalam hati.
Jelas saja aku bingung, kenapa tiba-tiba udah melintas di atas jalur tanah? Perasaan, jalur yang pada mulanya aku lewati gak melintasi persimpangan, kenapa sanggup sampai di tempat seperti ini?. Daerah hutan yang mirip sekali gak aku kenal.
Aku kebingungan, duduk di atas motor didalam diam. Ada dua pilihan, melaju terus atau berputar lagi balik menuju tempat sebelum saat ini.
Cukup lama aku termenung.
Hingga akhirnya, di pepohonan rindang sebelah kiri jalur ada yang menarik perhatian.
Sekitar lima belas meter di depan, aku menyaksikan ada suatu hal yang tengah bergerak dari balik pepohonan, berjalan menuju jalur yang tengah aku lintasi ini.
Apa itu? Aku menanyakan didalam hati, lalu mengarahkan lampu motor ke sana.
Nah, akhirnya aku menyaksikan agak jelas.
Syukurlah, agak sedikit lega, gara-gara ternyata yang aku menyaksikan adalah iring-iringan lebih dari satu orang tengah berjalan dari balik pepohonan di hutan sebelah kiri. Gak banyak, barangkali cuma empat atau lima orang, itu perkiraanku.
Aku belum sanggup menyaksikan mereka bersama dengan mengerti gara-gara pandangan masih terkendala gelap dan pepohonan.
“Ah, aku menjadi sanggup menanyakan tentang arah jalur ke orang-orang ini kan.” Begitu pikirku.
Beberapa belas detik kemudian menjadi makin bahagia lagi gara-gara menyaksikan mereka ternyata berjalan menuju ke arahku disaat udah terlihat dari pepohonan.
Benar, mereka berjalan ke arahku.
Tapi gara-gara kabut masih pekat, termasuk jarak pandang masih pendek, aku masih belum sanggup menyaksikan mereka bersama dengan jelas.
Tapi gak lama, lebih dari satu detik kemudian akhirnya aku sanggup menyaksikan mereka bersama dengan jelas, sesudah jarak kita cuma tinggal lebih dari satu meter saja.
Tapi, tiba-tiba mereka berhenti, lalu berdiri diam sekitar lima meter di depan.
Orang-orang itu berada di sisi jalur sebelah kanan, pas aku di kiri.
Aku arahkan lampu motor lurus ke depan, gak mengarahkannya segera ke rombongan itu, gara-gara gak berkenan diakui gak sopan,
itulah kenapa terhadap detik ini aku masih termasuk belum sanggup menyaksikan mereka bersama dengan jelas, yang aku mengerti mereka tengah berdiri berbaris ke belakang.
Penasaran memuncak, perasaan terasa gak enak, kenapa mereka tadi tiba-tiba berhenti lalu berdiri diam gak lanjut melangkah?, gara-gara itulah akhirnya aku nekat untuk mengarahkan lampu motor ke arah mereka.
Saat itulah ku menyaksikan semuanya.
Melihat pemandangan sangat seram di tempat yang aku mirip sekali gak kenal.
Ternyata mereka ada enam orang, dua berjajar di depan, empat di belakang.
Empat orang di belakang terlihat seperti tengah mempunyai sesuatu, membopong suatu benda di atas pundaknya.
Mereka ternyata rombongan pembawa jenazah, empat orang di belakang ternyata tengah memanggul keranda mayat!
Siapa mereka? Kenapa tengah malam begini berjalan beriringan mempunyai keranda?
Tapi, bukan itu yang membawa dampak bulu kudukku berdiri semua, ternyata bukan itu yang membawa dampak ketakutanku memuncak sampai ke ruang bathin, bukan, masih ada lagi.
Aku segera memutar motor ke arah berlawanan, berniat untuk lagi lagi saja ke arah mampir tadi, gak berkenan berpapasan bersama dengan rombongan itu, aku sangat sangat ketakutan.
Kenapa begitu? Apa yang membawa dampak aku sangat ketakutan?
Aku menyaksikan kalau ternyata mereka seluruh gak berkepala, cuma badannya saja!
Itu yang membuatku sangat ketakutan.
Setelah motor udah berbalik arah, entah disebabkan rasa was-was yang membuncah atau bagaimana, tiba-tiba mesinnya mati.
Setelah itu aku coba nyalakan lagi, berusaha terus sampai mesin hidup lagi.
Kemudian melirik sedikit ke belakang, bersama dengan maksud untuk menyaksikan rombongan seram itu. Tuhan, ternyata mereka terasa bergerak maju, mendekat ke arahku.
Melihat itu semua, aku makin panik, terus coba menyalakan mesin motor.
Nyaris menangis, disaat mengerti kalau mereka sekarang udah berada tepat di samping, berjalan pelan bersama dengan cara gontai.
Aku ketakutan, rombongan tanpa kepala pembawa keranda mayat tengah persis melintas di sebelah kananku.
Hingga akhirnya, mampir keajaiban, tiba-tiba mesin motor menyala. Detik itu pula aku segera tancap gas! meninggalkan rombongan seram itu di belakang.
Selesai? Belum.
Beberapa menit kemudian aku terasa ada yang aneh.
Ada yang terasa berlainan bersama dengan motorku, kali ini sepertinya lebih berat, aku terasa kalau beban motor menjadi bertambah.
Hmmm, seperti ada yang tengah membonceng di jok belakang! Sepertinya aku tengah gak sendirian lagi.
Melirik kaca spion, aku coba melihatnya.
Gak sangat jelas, tapi sekilas ternyata benar, aku menyaksikan dan merasakan kalau ada sosok tengah duduk di jok belakang.
Semakin ketakutan, rentetan bait doa kubaca didalam hati.
Motor terus kupacu entah ke mana, yang aku berkenan cuma pergi dari tempat seram itu.
Kira-kira dua atau tiga menit kemudian, jantungku seperti berhenti berdetak, disaat merasakan ada tepukan pelan di pundak. Kemudian perlahan aku menghentikan motor..
Sambil menangis pelan, aku terasa kalau penumpang gelap yang duduk di belakang turun dari motor.
Bodohnya, sesudah itu aku malah menoleh ke arahnya..
Benar, di sebelah kiri, aku menyaksikan ada sosok tengah berdiri, dia berdiri diam mematung, tanpa kepala!
Tanpa pikir panjang, aku segera tancap gas.
Gak lama, sekitar lebih dari satu menit kemudian aku akhirnya lagi menemui jalur beraspal, jalur aspal yang kali ini aku sanggup mengenalinya.
Kemudian aku terus melaju pulang, sampai akhirnya terhadap jam dua dini hari sampai di tempat tinggal bersama dengan selamat.
Sungguh merupakan perihal seram yang gak dapat aku lupa selama hidup.
***
Hai, balik lagi ke gw ya, Brii.
Sekian cerita kali ini
Tetap sehat, jangan nakal, biar sanggup terus deg-degan bareng.

5 Jenis Hantu Nenek tua Menyeramkan di Dunia

5 Jenis Hantu Nenek tua Menyeramkan di Dunia – Hantu atau jelmaan setan dan mahluk tak kasat mata lainnya seringkali dikaitkan bersama dengan sosok tidak baik rupa dan menyeramkan. Bahkan tak sedikit orang yang berlari saat lihat penampakan berasal dari sebagian mahluk tersebut.

5 Jenis Hantu Nenek tua Menyeramkan di Dunia

5 Jenis Hantu Nenek tua Menyeramkan di Dunia

Salah satu sosok yang lumayan menyeramkan adalah berasal dari hantu yang berbentuk nenek tua. Hantu orang tua yang lumayan tenar dan kerap dijadikan bahan untuk menakut-nakuti orang ini ternyata nyaris tersebar di beraneka negara.
Berikut 5 hantu berbentuk nenek tua yang menyeramkan,

1. Nenek Gayung
Yang Pertama saya rasa layak dibahas adalah sosok Nenek Gayung, sosok hantu berbentuk nenek khas berasal dari Indonesia ini terlebih di sekitaran jalan raya yang tenar horor ini kerap menakuti banyak orang karena parasnya yang mengerikan.

Sosok hantu ini konon katanya miliki tampilan nenek tua menggunakan pakaian lusuh dan penuh darah mgslotonline serta di tangannya menggenggam sebuah gayung yang dipercayai biasa digunakan nenek itu untuk memandikan jenazah pertumbalannya.

Nenek gayung kebanyakan bakal berdiri di tepian jalan hingga menemukan manusia yang “sial” untuk dijadikan tumbalnya. Biasanya tumbal itu bakal dinikmati oleh banyak mahluk halus di sekitaran jalan itu, secara tidak segera nenek ini sebagai eksekutornya.

2. Nenek Kebayan
Sosok nenk tua selanjutnya yang tak kalah menyeramkan adalah hantu Nenek Kebayan berasal dari negeri Jiran Malaysia. Menurut mitosnya nenek tua ini kebanyakan menggunakan pakaian lusuh bersama dengan mata merah dan kerap duduki rumah-rumah yang tidak miliki langit-langit atau atap.
Nenek Kebayan dikenal sebagai jelmaan hantu yang kerap menculik para anak-anak dan kebanyakan jika sudah meraih anak di satu wilayaj tertentu, dirinya bakal menghilang pergi ke wilayah lain.

3. Baba Yaga
Dari Malaysia kami sedikit terbang ke Rusia, karena di negara yang dulunya Uni Soviet ini juga ternyata menaruh sosok hantu nenek tua yang menyeramkan yakni Baba Yaga.
Hantu Baba Yaga merupakan jelmaan hantu yang menyerupai nenek tua yang biasa terbang di langit sekitaran perumahan warga bersama dengan maksud untuk mencuri manusia untuk dibawa ke habitatnya di hutan.
Biasanya Baba Yaga jika sudah meraih mangsanya bakal menyebabkan si korban jadi gila dan dilepas di sedang hutan cuma untuk jadi fasilitas penghibur nenek itu.

Tak kalah menyeramkan bersama dengan Baba Yaga berasal dari Rusia, di Jepang juga ada sosok hantu berbentuk nenek tua yang terlalu menyeramkan. Hantu tersebut biasa disebut Onibaba atau iblis wanita tua.

Onibaba dikenal oleh rakyat jepang sebagai hantu nenek tua yang pernah semasa jadi manusia, nenek tersebut tidak ikhlas meninggalkan dunia sehingga sementara ini sosok tersebut kerap mengganggu manusia yang ada di dekatnya karena mencurigai manusia itulah penyebab nenek tersebut mati.

4. Onibaba
Hingga kini, sosok Onibaba kerap ditampilkan didalam opera atau perwayangan boneka yang biasa dihidangkan didalam pagelaran budaya Jepang.

5. Pisadeira
Terakhir, sosok hantu nenek mengerikan juga ada di dataran wilayah benua Amerika tepatnya di negara Brasil. Sosok hantu ini kebanyakan disebut Pisadeira atau si nenek jangkung karena sosok hantu ini dikatakan adalah jelmaan nenek tua yang miliki tubuh kurus kering dan postur badan yang terlalu tinggi nyaris raih 4 meter.
Menurut mitosnya, hantu nenek yang satu ini kerjaannya adalah menginjak dada manusia yang sedang terlelap tidur sehingga manusia tersebut merasakan sesak nafas lebih-lebih dapat meregang nyawa.

3 Boneka Terkutuk

3 Boneka Terkutuk – Kalian tentu mengetahui dong dengan film Annabelle?
Ya! Benar sekali film yang bercerita mengenai boneka dihuni oleh makhluk halus.

3 Boneka Terkutuk

3 Boneka Terkutuk

Namun ternyata tetap ada lima boneka lain yang tak kalah seram dan bahkan memakan korban jiwa! Wah jadi penasaran dong apa saja?
1. Mandy
Boneka Mandy katanya dibuat terhadap awal tahun 1900’an,judi bola bermakna usianya telah lebih berasal dari 1 abad! Nah boneka Mandy ini sendiri sejak tahun 1991 disumbangkan ke Museum Quesnel di Colombia oleh pemilik terakhirnya, Mereanda.
Konon, Mereanda tiap tiap malam selalu terbangun dikarenakan mendengar suara tangis bayi. Padahal dia tidak punya anak, dan tetangga sekitarnya juga.
Setiap malam memperoleh teror seperti ini sebabkan Mereanda resah dan tidak dapat tidur, Dia pun memastikan menyumbangkan boneka tersebut ke Museum. Tetapi teror Mandy justru jadi menjadi-jadi!
Katanya, sejak kehadiran Mandy barang-barang museum bahagia berpindah posisi, tak jarang penjaga terhitung mendengar langkah kaki tanpa wujud, dan tiap tiap ada pengunjung dambakan mengambil fotonya mata Mandy sering kali bergerak mengikuti arah kamera!

2. Katja
Boneka Katja tidak hanya punya penampilan mengerikan, namun terhitung dipercaya mempunyai kutukan!
Cerita ini bermula terhadap tahun 1730. Saat itu, seorang Selir berasal dari kerajaan Eropa Timur dambakan bayi laki-laki, namun Ia justru melahirkan bayi perempuan. Rasa kecewanya jadi menjadi, tak saat mengetahui wajah anaknya tidak sempurna.
Sang selir pun memastikan membakar hidup-hidup bayi tak berdosa tersebut, dan sebabkan abunya jadi boneka porselin.
Keluarga selir ini percaya, bahwa bayi tersebut tetap menaruh dendam dikarenakan dibunuh dengan langkah keji. Sehingga mereka memastikan memelihara boneka ini secara turun temurun.
Tapi katanya boneka ini dulu dijual secara online lho! Namun perusahaan memastikan tidak jadi melelang boneka tersebut, dikarenakan mengundang kejadian-kejadian aneh dan mengerikan.

Buat yang penasaran, kalian dapat coba lihat langsung mata boneka Katja. Konan jika ada seseorang yang berani menatap matanya sepanjang 20 detik, dan Katja mengedipkan matanya, kalian akan memperoleh kutukan!

3. Robert
Bisa dibilang Robert adalah versi laki-laki berasal dari boneka Annabelle! Sebab ke-2 mainan ini sama-sama di letakkan di di dalam lemari kaca, dikarenakan takut sebabkan terjadinya hal-hal buruk.
Nah jika Anabelle disimpan di kediaman Almarhum Ed dan Lorraine Warren, maka kalian dapat menemukan Robert di Fort East Mortello Museum, di Florida, Amerika.
Menurut cerita yang beredar Robert adalah hadiah ulang tahun ke 4 untuk Robert Eugene Otto. Saat itu keduanya mirip sekali tidak terpisahkan, bahkan tak hanya memberikan namanya sendiri, Eugene menghendaki ke-2 orangtuanya membuatkan kamar khusus untuk Robert.

Keangkeran Tol Cipularang

Keangkeran Tol Cipularang – Kecelakaan beruntun terjadi di KM 91 Tol Purbaleunyi (Cipularang) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang merenggut nyawa. Di kawasan rawan kecelakaan ini juga berkembang cerita hantu.

Keangkeran Tol Cipularang

keangkeran-tol-cipularang

Pantauan detikcom selagi di lokasi, petugas melakukan evakuasi kendaraan dan korban yang mengalami kecelakaan tersebut. Bahkan sempat ada korban yang tergeletak di lokasi kejadian.

Tiap kali terjadi kecelakaan di kawasan ini, tetap ada saja pihak yang mengaitkannya bersama cerita mistis di Tol Cipularang. Merujuk pada buku ‘Misteri Tol Cipularang’ yang disusun oleh Tim Pustaka, diceritakan bahwa pada era awal usai diresmikan pada 12 Juli 2015, jalur Tol Cipularang di KM 91 kerap ambles. Amblesnya sampai sedalam tiga meter. Bahkan tol ini sempat ditutup selama tiga hari.

Semenjak itu, area tol ini kerap terjadi kecelakaan. Kecelakaan-kecelakaan inilah, yang menurut warga sekitar, membawa dampak area ini menjadi angker. Bahkan, masih menurut perbincangan warga di dalam buku tersebut, pihak Jasa Marga pernah menyembelih seekor kerbau sebagai tumbal.

Menurut perbincangan salah seorang warga, sosok makhluk halus yang menjadi penunggu di titik rawan KM 91 Cipularang itu H Kamilin. Sosok ini dulunya merupakan sesepuh di kampung setempat yang hidup di era kolonial Belanda. Kamilin selagi itu merupakan orang yang sakti. Sosok inilah yang terkadang mengganggu di kawasan itu. Konon, H Kamilin cuma mampu dijinakkan kecuali di kawasan itu dibangun sebuah jembatan.

Selain sosok Kamilin, tak jauh dari kawasan itu terdapat sebuah gunung kecil yang disebut Gunung Batu Datar. Di sanalah, konon, Kamilin pernah menampakkan diri. Ada warga yang pernah lihat Kamilin sebagai ular bersama tubuh manusia. Kamilin juga dideskripsikan memakai kalung emas.

Kamilin juga punyai anak dan cucu yang seutuhnya makhluk ghaib. Masih menurut perbincangan buku tersebut, Jasa Marga pernah mengidamkan menebang sejumlah pohon di Gunung Batu Datar, tetapi tetap gagal dikarenakan kerap mendapat gangguan dari makhluk halus.

Selain Gunung Batu Datar, juga ada gunung lainnya di KM 96 yang juga mengandung nuansa mistis. Di sana, kerap disebutkan banyak penampakan dan pohon di area itu sulit untuk ditebang.

Mitos Selaq, Ilmu Hitam yang Bikin Anjing Dikubur Hidup-hidup di NTB

Mitos Selaq, Ilmu Hitam yang Bikin Anjing Dikubur Hidup-hidup di NTB – Seekor anjing di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dikubur hidup-hidup sebab disangka sebagai jelmaan anak SMP yang mempraktikkan selaq. Apa itu selaq?

Mitos Selaq, Ilmu Hitam yang Bikin Anjing Dikubur Hidup-hidup di NTB

mitos-selaq-ilmu-hitam-yang-bikin-anjing-dikubur-hidup-hidup-di-ntb

Selaq adalah ilmu hitam dari Lombok. Mitos soal selaq telah berkembang lama di masyarakat Sasak.

Mary Poo-Mooi Judd dalam buku ‘The Sociology of Rural Poverty in Lombok’ menyebutkan sekelumit soal kepercayaan masyarakat ini. Selaq adalah manusia yang punya ilmu hitam, bisa dibilang sebagai dukun, sehingga selaq bisa merubah wujudnya jadi wujud binatang.

Manusia selaq bisa berubah jadi gagak, anjing, kambing, atau kerbau. Pada umumnya, biasanya warga menceritakan manusia selaq berubah jadi gagak atau anjing.

Dalam buku ‘Animism in Southeast Asia’ yang diedit Kaj Arhem dan Guido Sprenger, tersedia berbagai macam selaq. Pertama, tersedia arti ‘tau selaq’, yang diartikan sebagai manusia berilmu hitam berbekal mantra tertentu. Mantra ini biasanya berbahasa campuran Jawa kuno, Bali, dan Sasak. Mantra ini diwariskan dari papa ke anak laki-lakinya, bisa pula diwariskan dari guru ke muridnya.

Selaq puas makan kotoran manusia. Bagi selaq, kotoran manusia mulai layaknya kue lezat.

Ketika bertemu seseorang yang punya luka berdarah, selaq bakal mencium bau luka itu sebagai bau buah-buahan. Selera makannya bakal bangkit.

Mess Berhantu Dan Bikin Tegang

Mess Berhantu Dan Bikin Tegang – Lingkungan kerja baru, tentu menyajikan cerita baru juga, apa lagi kalau hingga perlu tinggal di area baru. Kita gak mengerti tersedia peristiwa apa di belakangnya.

Mess Berhantu Dan Bikin Tegang

Mess Berhantu Dan Bikin Tegang

Fadli, dapat menceritakan kisah seram dikala tinggal di mess berhantu di Tasikmalaya.
***
“Ok Mas Fadli, hingga ketemu hari senin ya.”
“Ok ok. Eh tetapi aku minggu sore udah tersedia di Tasik. Saya udah tersedia di mess minggu sore, insyaAllah.”

“Oh gitu. Tapi Mas, kalau minggu sore mess tetap kosong, belum pada datang. Biasanya penghuni baru berdatangan senin pagi.”
“Ya gak apa-apa lah mas, biar santai. Kalau senin pagi aku perlu berangkat malam dari Jakarta.”
“Tapiii…,”
“Tapi kenapa Mas?”
“Gapapa, gapapa, hehe.”
Begitu percakapanku bersama dengan Ridwan lewat telepon.
Ridwan adalah rekan yang baru saja aku kenal. Dia nantinya dapat menjadi rekan di perusahaan tempatku bekerja.

Nantinya? Iya,
Aku baru saja di terima kerja di satu perusahaan manufaktur, mengolah plastik.
Setelah lewat serangkaian wawancara dan test yang dijalankan di Bandung, pada akhirnya aku diterima, bekerja sebagai operator mesin.
Iya, aku menjalani wawancara dan tes masuk di Bandung, di kantor perwakilan perusahaan. Jadi, sama sekali belum pernah mampir datang ke wilayah pabrik yang di Tasikmalaya.

Aku yang belum menikah dan tetap tinggal di tempat tinggal orang tua, gak berpikir dua kali untuk mengambil peluang ini.
Walaupun bukan multinasional tetapi perusahaan ini bukan perusahaan kecil, miliki kira-kira 500 karyawan.
Yang membuatku tertarik, mereka memberikan banyak variasi fasilitas, keliru satunya mess area tinggal untuk karyawan berdomisili di luar Tasikmalaya seperti aku ini yang tinggal di Jakarta, menjadi gak perlu pusing memikirkan cost kost atau kontrak rumah.

Ya sudah, singkat kata, aku mengambil keputusan untuk berangkat bekerja melacak nafkah dan tinggal di Tasikmalaya.
***
Tahun 2007, ini bukanlah pertama kali aku menginjakkan kaki di Tasikmalaya, semasa kuliah pernah udah beberapa mampir berkunjung. Kota di lintas selatan Jawa Barat, tetap kota kecil, tetapi amat menarik dan nyaman.
Seperti yang udah direncanakan sebelumnya, pada satu minggu sore aku udah hingga di terminal Bis Tasikmalaya, di terminal besar inilah bis yang mengantarku dari Jakarta hingga di penghentian terakhir.
Nah, ternyata alamat perusahaanku ini lokasinya agak jauh dari pusat kota, tambah udah lebih dekat ke Ciamis. Karena itulah, dari terminal perlu terutama dahulu dua kali naik angkot untuk hingga di tujuan.

Tapi gak apa-apa, perjalanan manfaatkan angkot di Tasik sungguh tetap sanggup dinikmati, suasananya menyenangkan, tipikal kota kecil yang tawarkan kesegaran hawa dan pemandangan, aku menikmatinya.
Sebelumnya, aku udah bertanya kepada Ridwan perihal detail perjalanan yang perlu aku tempuh, kata Ridwan kira-kira satu jam kurang naik angkot mestinya aku udah hingga pabrik.
Dan benar yang Ridwan bilang, sesudah kurang lebih satu jam perjalanan pada akhirnya aku hingga di tujuan.
Pagar tembok tinggi dan gerbang besi besar, itulah pemandangan yang pertama kali aku memandang dikala baru turun dari angkot.
Bangunan di didalam hanya terlihat atapnya saja, terhitung beberapa pohon tinggi menutupi sedikit pandangan.
Ridwan terhitung bilang, kalau udah hingga aku sanggup meminta tolong satpam yang tersedia di depan untuk mengantarkan ke mess karyawan.
“Sore Pak. Saya Fadli, karyawan baru, kemungkinan pak Ridwan udah kasih info-nya?” Ucapku dikala udah masuk gerbang dan menemui sekuriti yang kutemui di pos-nya.
“Oh iya iya, Pak Fadli ya. Selamat mampir Pak, pikir aku habis maghrib baru sampai, hehe. Perkenalkan, aku Saepudin, panggil aja Udin.” Pak Sekuriti yang belakangan aku mengerti kalau namanya Pak Udin, menjawab bersama dengan ramah bersama dengan logat sunda yang kental.
Setelahnya, kita berbincang saling memperkenalkan diri di pos sekuriti.
Perusahaan ini berdiri di lahan yang menurutku amat luas, tersedia tiga bangunan utama.
Bangunan besar yang paling depan adalah kantor manajemen, berlantai dua, bangunan ini yang tadi pertama kali terlihat dari luar.
Di belakangnya tersedia bangunan pabrik/warehouse, ukurannya hampir sama bersama dengan gedung manajemen, memuat segala mesin yang menghasilkan bahan produksi, yaitu plastik.
Di sebelahnya tersedia gedung lagi yang lebih kecil, menurut Pak Udin bangunan ini terhitung memuat mesin produksi, hanya skalanya saja yang lebih kecil.
Oh iya, wilayah perusahaan letaknya agak jauh dari pemukiman warga, gak di pinggir jalur utama, agak masuk ke didalam tetapi selalu tetap sanggup dilalui kendaraan besar. Lokasi yang sepertinya sebenarnya diperuntukkan untuk kawasan industri.
“Oh iya, Mas Fadli katanya bakalan tinggal di mess ya? Kalau udah siap hayuk aku antar ke mess, gak jauh kok, sanggup jalur kaki.” Pak Udin bilang begitu.
“Iya Pak. Mungkin Pak Udin tau, tersedia berapa orang yang tinggal di mess ya?” Tanyaku.
“Oh kalo pernah sih banyak Pak, tersedia belasan orang. Kalo saat ini kayaknya tinggal bertujuh, terhitung Mas Fadli ini, karena hampir semua karyawan tinggal di Tasik atau Ciamis, mereka lebih milih untuk pulang pergi dari pada tinggal di mess.” Panjang lebar Pak Udin menjelaskan.

Cerita Horor Tumbal Pesugihan

Cerita Horor Tumbal Pesugihan – Terkadang, ada manusia yang seperti kehabisan akal, sampai mesti menempuh jalan pintas penuh darah dan dosa. Bekerja sama dengan suatu hal yang seharusnya gak jadi tumpuan harap.

Cerita Horor Tumbal Pesugihan

Cerita Horor Tumbal Pesugihan

Malam ini kawan kami Refty dapat berbagi pengalaman seramnya.
***
Aku Refty, umurku 27 tahun. Aku dapat bercerita tentang moment seram yang saya alami 7 th. yang lalu, saat itu umurku masih 20 tahun.
Begini ceritanya..

Waktu itu th. 2013.
Ketika itu saya tinggal di Malang, di rumah Tante May. Tante May adalah adik Bapakku yang nomer empat berasal dari tujuh bersaudara, beliau tinggal di Malang karena sesungguhnya dengan suaminya punya bisnis di kota apel itu.
Suami Tante May, Om Roy, lebih sering ke luar kota di dalam rangka mengurus bisnis yang digelutinya. Jadi, praktis cuma ada aku, Tante May, Rifka (anak laki-laki Tante May), dan tiga orang asisten yang menolong mengurus rumah dan segala keperluannya.

Iya, cuma kami berenam yang tinggal di rumah besar nan mewah ini.
Rumah mewah dan besar?
Benar, Tante May dan keluarga mendiami rumah yang menurutku sangat besar dan mewah. Rumah dua lantai, punya 8 kamar besar, perabotan mahal isikan setiap sudut ruangan.
Rumah ini termasuk berdiri di atas tanah yang sangat luas, hampir satu hektar, karena itulah halaman dan pekarangan yang dimiliki jadi sangat luas juga.
Kolam renang besar menghiasi halaman belakang, panas matahari gak mudah menembus sampai permukaan air karena beberapa pohon besar dan rindang berdiri di sekelilingnya.
Jadinya, saya yang cuma seorang putri berasal dari pemilik warung kelontongan di Jogja, jadi seperti tinggal di istana raja.

Lalu, kenapa saya sanggup tinggal di rumah itu? Kenapa sanggup tinggal di rumah Keluarga Tante May?
Begini,

Setelah lulus SMA di Jogja, saya sempat menganggur hampir sepanjang satu tahun. Kenapa gak Kuliah? Bapak belum lumayan punya uang untuk biayanya, saya sanggup tahu tentang perihal itu.
“Ya sudah, tinggal di Malang saja, biar Tante dan Om yang membiayai kuliah kamu. Hitung-hitung sambil menemani Tante di rumah, sehingga jadi agak ramai kan jikalau ada kamu.”
Begitu ucapan Tante May saat mampir mampir dan tahu jikalau saya menganggur sesudah lulus sekolah.
Aku sungguh bahagia mendengarnya, kebaikan Tante May sanggup jadi merupakan jalan keluar berasal dari keinginanku untuk kuliah.